BogorOne.co.id | Canberra – Pemerintah federal Australia melaporkan ratusan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di berbagai wilayah mengalami kekosongan stok. Namun, alih-alih menyalahkan pasokan global, pemerintah justru menyoroti perilaku panic buying sebagai penyebab utama gangguan distribusi.
Menteri Perubahan Iklim dan Energi Chris Bowen dalam laporan di parlemen, Rabu, 25 Maret 2026, menyebut lebih dari 500 SPBU terdampak, atau sekitar 8 persen dari total nasional.
“Pasokan secara keseluruhan masih tersedia, tetapi tekanan terjadi di tingkat distribusi lokal,” kata dia.
Wilayah New South Wales menjadi yang paling terdampak, dengan 289 SPBU kehabisan satu atau lebih jenis bahan bakar. Dari jumlah itu, 164 SPBU dilaporkan kehabisan diesel, yang mulai mengganggu operasional kendaraan berat.
Kondisi serupa terjadi di Victoria dengan 162 SPBU terdampak. Menteri Energi setempat, Lily D’Ambrosio, mengatakan kelangkaan bukan akibat kekurangan suplai dari pusat. “Ini murni lonjakan pembelian oleh masyarakat dalam waktu singkat,” ujarnya kepada radio lokal.
Di Queensland, sebanyak 55 lokasi kehabisan diesel dan 35 lainnya kekurangan bensin reguler. Sementara South Australia mencatat 46 lokasi terdampak. Adapun Western Australia dan Tasmania masing-masing hanya melaporkan enam lokasi. Hingga Selasa sore, Australian Capital Territory menjadi satu-satunya wilayah yang belum terdampak.
Kekhawatiran publik meningkat seiring laporan gangguan distribusi yang disebut berkaitan dengan penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Namun pemerintah menegaskan situasi domestik masih terkendali.
Perdana Menteri Anthony Albanese mengimbau masyarakat tidak membeli bahan bakar secara berlebihan.
“Yang dibutuhkan saat ini adalah ketenangan publik agar distribusi kembali normal,” tuturnya.
Pemerintah juga memastikan belum akan menerapkan pembatasan pembelian bahan bakar, meski opsi itu tersedia dalam regulasi darurat 2019. Fokus utama, menurut Bowen, adalah menjaga kelancaran distribusi dan menekan lonjakan permintaan mendadak.
Sebagai langkah jangka pendek, pemerintah tengah menyiapkan penyesuaian regulasi diesel untuk memperbesar volume pasokan, terutama bagi sektor logistik dan pertanian yang mulai tertekan kenaikan harga. Namun, pemerintah belum berencana memangkas pajak cukai bahan bakar meski harga melonjak.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post