BogorOne.co.id | Kota Bogor – DPRD Kota Bogor mendorong pemerintah kota segera mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk memperbaiki rumah warga yang terdampak longsor di RW 16, Kelurahan Cipaku, Kota Bogor.
Longsor terjadi, Kamis, 22 Januari 2026 sore, usai hujan deras memicu runtuhnya tebing atau Tembok Penahan Tanah (TPT) yang menimpa satu rumah warga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bagian dapur rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah.
Kondisi memburuk, Jumat, 23 Januari 2026, ketika longsor susulan terjadi akibat intensitas hujan yang masih tinggi. Sejumlah warga di sekitar lokasi kemudian mengungsi ke rumah kerabat untuk menghindari risiko lanjutan.
Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata mengatakan bantuan perbaikan rumah terdampak bencana seharusnya segera dikucurkan melalui skema BTT karena bersifat darurat. Menurut dia, penyaluran bantuan tidak semestinya dibatasi oleh kategori desil penerima.
“Untuk kategori bencana, BTT harus bisa diberikan tanpa melihat status desil. Ini kondisi darurat,” kata Dadang, Sabtu, 24 Januari 2026.
Penanganan darurat di lokasi longsor dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor dengan membersihkan material longsor dan memasang terpal di area terdampak.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Dinas Perumahan dan Permukiman memasang cerucuk bambu sebagai penahan tebing sementara guna mencegah pergeseran tanah lebih lanjut.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post