BogorOne.co.id – Menanggapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang hari raya, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhamad Nur, mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk menyiapkan langkah konkret guna mengantisipasi lonjakan harga pangan.
Intervensi Daerah di Tengah Isu Nasional
Fajar mengakui bahwa inflasi dan lonjakan harga merupakan tantangan skala nasional. Meski kebijakan inflasi bukan sepenuhnya wewenang daerah, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bogor harus tetap proaktif melakukan intervensi di lapangan.
“Tapi ya bagaimanapun kita berupaya gitu supaya kita di pemerintah daerah ini juga bisa mengintervensi di segi pasar. Mudah-mudahan ya ini bisa jadi upaya yang berhasil gitu untuk penurunan,” ujar Fajar.
Ia juga menyarankan agar Dinas Perdagangan (Dagink) melakukan pembelajaran dari kota lain, seperti Yogyakarta, yang mampu menjaga angka inflasi tetap landai dan mengakomodir kebutuhan masyarakat sehingga harga tidak melonjak tajam saat permintaan tinggi.
Dua Kunci Utama: Ketersediaan dan Keterjangkauan
Dalam diskusi tersebut, ditekankan bahwa terdapat dua aspek krusial yang harus dipastikan oleh dinas terkait dalam menghadapi momen hari raya:
-
Ketersediaan Barang: Memastikan stok pangan di pasar tetap terjaga dan jangan sampai terjadi kekosongan barang.
-
Keterjangkauan Harga: Menjamin harga di tingkat pedagang tetap berada dalam jangkauan daya beli masyarakat.
“Jadi dua hal itu kata kuncinya ketersediaan, setelah itu keterjangkauan,” tegas salah satu pembicara dalam pertemuan tersebut.
Melalui koordinasi yang ketat, diharapkan masyarakat Kota Bogor tidak terbebani oleh gejolak harga pangan yang ekstrem.
Reporter : Resha Bunai
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post