BogorOne.co.id | Kota Bogor – Penelitian terbaru dari pakar nutrisi ternak IPB University, Prof Sri Suharti, menemukan bahwa ekstrak buah lerak (Sapindus rarak) mampu meningkatkan pertambahan bobot badan harian sapi hingga 12,5 persen sekaligus menurunkan emisi gas metan sebesar 11 persen.
“Pemberian ekstrak lerak sebanyak 200 miligram per kilogram bobot badan ternak dapat meningkatkan pertambahan bobot badan harian sebesar 12,5 persen,” ungkap Prof Sri.
Menurutnya, ekstrak lerak sangat potensial diterapkan pada peternakan rakyat yang mengandalkan hijauan sebagai pakan utama. Dalam kondisi ini, diperlukan proses defaunasi parsial untuk melindungi bakteri pendegradasi serat dari pemangsaan protozoa sehingga kinerja pencernaan dan performa ternak meningkat.
Lerak merupakan tanaman tropis yang mudah tumbuh di lahan marginal. Namun, proses pengolahannya tidak sederhana karena buahnya mengeras ketika kering akibat tingginya kandungan gula.
“Pembuatan tepung dan ekstraksi lerak cukup menantang,” jelas Prof Sri.
Selain meningkatkan bobot ternak, ekstrak lerak juga menyehatkan sapi karena kandungan saponinnya dapat merangsang sistem kekebalan tubuh.
“Manfaat lain dari ekstrak lerak terhadap kesehatan dapat menstimulasi kekebalan tubuh,” tambahnya.
Penurunan emisi metan dari sapi terjadi melalui dua mekanisme, yakni menurunkan populasi protozoa dan meningkatkan produksi propionat. Protozoa diketahui menjadi inang bagi bakteri metanogen, pemicu gas metan. “Defaunasi oleh saponin lerak menghambat pertumbuhan bakteri metanogen dan mengubah komposisi bakteri serta profil asam lemak terbang atau Volatile Fatty Acid (VFA) dengan meningkatkan propionat,” ujarnya.
Propionat berperan penting sebagai sumber energi utama dan prekursor pembentukan daging. Peningkatan propionat ini juga efektif menekan produksi metan karena bersaing dengan metan dalam penggunaan hidrogen (H₂) di rumen.
Gas metan dari sektor peternakan, terutama dari fermentasi enterik, diketahui berkontribusi besar terhadap perubahan iklim. Metan memiliki potensi pemanasan global 21 kali lebih tinggi dibanding karbon dioksida (CO₂) dan menyebabkan kehilangan energi pakan sebesar 2–12 persen.
Efektivitas ekstrak lerak sudah dibuktikan melalui uji laboratorium (in vitro) dan uji lapangan pada sapi Peranakan Ongole (in vivo). Pada dosis 200 mg/kg bobot badan, ekstrak ini terbukti meningkatkan produksi propionat dan total VFA yang menjadi indikator efisiensi fermentasi rumen.
Temuan ini dinilai membuka peluang pengembangan aditif pakan alami yang ramah lingkungan, meningkatkan produktivitas ternak, dan mendukung keberlanjutan industri peternakan.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post