BogorOne.co.id | Kota Bogor – Organisasi Sipil Masyarakat (OSM) Gerakan Masyarakat Kota Bogor (GMKB) terus konsen memberikan karya nyata kepasa masyarakat dengan menggandeng instansi pemerintah, salah satunya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor.
Dalam waktu dekat, GMKB akan gelar kegiatan bakti sosial berbagi dengan janda dan yatim yang akan dilaksanakan di Kelurahan Bondongan RW 10 Bogor Selatan dengan tema Bakti Sosial dan Penyuluhan Tentang Perlindungan Anak (Bakso Uenak) dengan menggandeng DP3A.
Menjelang pelaksanaan kegiatan tersebut, pihaknya melakukan audiensi dengan DP3A yang diterima langsung Kepala Dinas Ibu Iceu Pujiati yang didampingi Sekdis Anna Serta Kabid Pemenuhan Hak Anak Wiwin Sukarsih .
“Kami ingin membangun kolaborasi dengan DPPPA dalam kegiatan Bakti Sosial yang kami adakan sehingga kami tidak hanya memberikan bantuan natura saja tapi juga bisa memberikan ilmu bagi warga yang kami berikan bantuan,” kata Ketua Umum GMKB R.Ridho, Senin (24/01/22).
Menurut Ridho, inisiatif untuk melaksanaan kegiatan itu berangkat dari keprihatinan akan makin maraknya kekerasan terhadap anak maupun kekerasan dalam rumah tangga.
“Atas dasar hal tersebut kami ingin dalam kegiatan GMKB ada juga pesan pesan pemerintah yang bisa disampaikan sesuai dengan Tupoksi SKPD yang kami gandeng,” jelasnya.
Sementara Kepala Dinas DP3A Iceu Pujiati menyambut baik keinginan GMKB untuk bersama sama dalam mensosialisasikan tentang perlindungan anak dan perempuan.
Karena menurutnya dalam program pemerintah diperlukan peran serta masyarakat seperti yang dilalukan GMKB. “Jadi bu kadis menyatakan siap ikut serta dalam kegiatan ini untuk memberikan penyuluhan atau sosialisasi sesuai bidang kerja dinasnya,” paparnya.
Dijelaskanny, bahwa DP3A sangat apresiasi kepada GMKB atas gerakan sosial yang dilakukan yang terus menerus dan konsisten. Karena hal itu dinilai sangat membantu pemerintah dan masyarakat.
Menurut dia, penting bagi seorang suami mengetahui tentang perlindungan anak UU KDRT, sehingga hal tersebut dapat meminimalisir adanya kekerasan terhadap anak atau perempuan.
Sejauh ini, banyak hal yang telah dilakukan GMKB dalam bidang sosial diantaranya gerakan pembagian sayuran dan sembako bagi para janda dan dhuafa juga anak yatim.
Ridho mengaku, pihaknya juga selalu turun tangan membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang kerap dihadapi warga tidak mampu, baik di bidang kesehatan maupun pendidikan.
“Kami banyak bantu memperjuangkan hak siswa miskin, misalnya yang ijazahnya ditahan di sekolah karena mempunyai tunggakan SPP jadi kita bantu melalui pendekatan dengan sekolah. Selain itu, mempasilitasi pengadaan kursi roda bagi para disabilitas dan lainnya,” ungkapnya.
Diawal tahun 2022 GMKB terus melakukan kegiatan sosial. Dengan ciri khasnya yang mengusung tema unik. Misalnya Gerakan Berbagi dan Membaca (Geber Beca) dengan menggandeng Dinas Kearsipan dan Perpustakaaan Daerah. Kegiatan akan digelar di wilayah Kelurahan Menteng Bogor Barat.
Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan Bhakti sosial dan Penyuluhan Kamtibmas (Bakso Emas) dengan melibatkan Polsek Bogor Utara dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan memberikan makan bagi para penyapu jalan. (Fry)






















Discussion about this post