BogorOne.co.id | Megamendung –Sebanyak 2.800 warga Kabupaten Bogor terjangkit HIV/Aids. Jumlah itu menjadi populasi kunci HIV Aids yang kini di tangani pemerintah.
Sementara berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor 2022 lalu, tercatat ada 2.425 warga yang terjangkit. Jumlah itu terdiri dari 1.741 kasus HIV dan 684 kasus Aids.
Hal tersebut terungkap dalam rapat kordinasi penyusunan aksi daerah pencegahan dan penanggulangan HIV Aids dan PIMS 2023 – 2026 di hotel Arimbi Megamendung Bogor, Jumat 09 Juni 2023.
Kepala Bidang Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Adang Mulyana mengatakan, jumlah tersebut berkisar 0,4 persen dari ratusan ribu dari hasil screening yang di lakukan.
Menurut dia, semakin bertambahnya jumlah warga yang di screening akan mempengaruhi akurasi dan presentasi populasi orang dengan AIDS.
“Ini menjadi perhatian serius pemerintah.
Sehingga pemberian ARV untuk orang dengan HIV dan AIDS yang bersumber dari APBD lebih tepat sasaran,” kata Adang.
Menurut Adang, pihaknya telah merumuskan rencana aksi yang di tuangkan bersama dengan lintas instansi, seperti kementrian kesehatan, kementrian sosial, pemerintah daerah dan organisasi penggiat sosial dalam menekan penyebaran HIV/Aids.
Adang menjelaskan, Kabupaten Bogor menjadi daerah ke 2 setelah Cirebon yang memiliki rencana aksi daerah dalam penanganan HIV dan Aids serta program penjangkauan sebagai upaya menekan penyebaran HIV dan Aids di daerahnya.
Sementara, Ketua Yayasan Lekas Lembaga Kajian Sosial (Lekas) Bogor Muchsin mengatakan, ada ribuan WPS atau PSK di kabupaten Bogor yang harus di tes HIV termasuk konsumen nya.
Dia menuturkan, bahwa masalah HIV / Aids merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Hal itu tertuang dalam permendagri nomor 20 tahun 2007 serta regulasi lainnya yang mengatur pelayanan minimal dalam SPM sebagai tolak ukur kinerja pemerintah.
“Lalu, pada Permendagri nomor 84 tahun 2022 untuk mengalokasikan APBD nya melalui sekretariat penanggulangan Aids daerah bersama dengan lembaga dan organisasi sosial penggeraknya, salah satunya Yayasan Kemitraan Indonesia Sehat,” jelas dia. (Yud)
























Discussion about this post