BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka perlunya adanya penguatan melalui bimtek, workshop dan pengenalan kepada guru sekolah baik di tingkat dasar maupun tingkat menengah.
Kabid Paud Dikmas Disdik Kabupaten Bogor Siswanto mengatakan, penerapan kurikulum merdeka belum dilaksanakan secara menyeluruh baik di pendidikan formal maupun non formal.
“Kita optimalkan tahun 2024, semua harus menerapkan kurikulum merdeka. Langkah langkahnya yaitu dengan penguatan bimtek, workshop, pengenalan,” kata Siswanto, Senin 02 Oktober 2023.
Menurut dia, yang paling utama adalah di sekolah-sekolah non formal harus kenalkan. Dan itu diharapkan mendongkrak raport pendidikan.
“Ya, salah satunya dengan mengaktivasi akun brotherid, disitu semua peserta didik, lembaga, guru wajib mengetahui pada dan menggunakan semua yang ada di akun brotherid,” paparnya.
Ia menjelaskan, implementasi kurikulum tersebut, memang tidak semua guru yang belum paham, tapi tugas pendidikan pokok untuk membina mereka peningkatan kompetensi, pemahaman tentang kurikulum merdeka.
Menurutnya, diklat itu wajib hukumnya, memberikan pemahaman, konsultasikan kepada guru guru baik di sekolah formal maupun non formal atau PKBM.
“Dalam menerapkan kurikulum merdeka, kendala pasti ada, tapi kendala jangan dijadikan sebuah hambatan, kita tetap maju terus agar kshusnya tata kelola pendidikan formal itu lebih ditingkatkan dan di optimalkan,” ujarnya.
Sementara itu, Fauzi Eko Pranyono, widyaprada Ahli Madya Direktorat PMPK berharap dapat membekali pendidik dari satuan pendidikan untuk membuat konten video praktik baik narasumber berbagi praktik baik.
Harapannya akan terjadi pengimbasan implementasi kurikulum merdeka kepada satuan pendidikan lainnya.
Dirinya mengemukakan, satuan pendidikan yang hebat adalah yang mampu membagikan pengalaman praktik baik kepada satuan pendidikan lainnya, agar semual menjadi hebat.
“Menjadikan sumber daya manusia pelajar Pancasila yang hebat, berkarakter serta menjadi pembelajar sepanjang hayat,” jelasnya.
Kendati demikian, dilakukan melalui aplikasi platform merdeka mengajar (PMM), dan penguatan komunitas belajar di setiap satuan pendidikan. Dan ditambah dengan narasumber berbagi praktik baik, yang konten videonya dikembangkan.
Jadi kata dia, semua guru sekarang bisa menjadi sumber belajar untuk meningkatkan implementasi kurikulum merdeka. Jika melalui Diklat terlalu banyak biaya yang dikeluarkan.
“Saat ini kementerian menggunakan berbagai platform digital untuk mengakselerasi implementasi kurikulum merdeka dan dukungan strategi lainnya, misalnya komunitas belajar, webinar, narasumber berbagi praktik baik, mitra pembantu,” tandasnya. (Yud)
























Discussion about this post