BogorOne.co.id | Jakarta – Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi), Sutarto Alimoeso, menyatakan bahwa harga gabah kering giling (GKG) yang diterima penggilingan saat ini telah melampaui harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
“Harga gabah sampai di penggilingan hari ini itu sudah di atas Rp7.000 per kg. Teman-teman saya dari Aceh, Jawa Timur, Ponorogo, hingga Jawa Tengah melaporkan ke saya bahwa sekarang itu sudah di atas HPP,” ujar Sutarto belum lama ini.
Menurutnya, harga tersebut merujuk pada jenis gabah kering giling yang memiliki kadar air rendah dan mutu yang lebih baik dibanding gabah kering panen (GKP). Gabah jenis ini umumnya langsung dibeli oleh penggilingan untuk diproses menjadi beras.
Sutarto juga menyebutkan bahwa mayoritas anggota Perpadi saat ini membeli gabah di atas HPP. Namun, ia mengaku tidak mengetahui harga pembelian yang dilakukan oleh Perum Bulog.
“Sekarang itu teman-teman kami belinya di atas HPP. Nah saya tidak tahu kalau Bulog-nya. Belinya pasti Rp6.500, kan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kenaikan harga GKG di tingkat penggilingan berdampak pada harga beras, yang tidak serta-merta turun meskipun ada klaim sebagian harga gabah masih di bawah HPP.
“Harga beras itu kan ditentukan oleh HPP. Kalau teman-teman kami beli gabahnya sudah di atas Rp6.500, nggak mungkin harga berasnya malah turun. Tapi saya bukan membantah, ya,” katanya.
Pernyataan ini disampaikan Sutarto menanggapi pernyataan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang sebelumnya mengatakan bahwa sekitar 40 persen harga gabah di berbagai daerah masih berada di bawah HPP.
“Harga (gabah) kami cek di lapangan bersama Bulog itu masih ada 40 persen di bawah HPP. Artinya apa? Ini harus diangkat. Begitu kita keluarkan SPHP, terpukul lagi ini (harga gabah), turun,” ujar Amran, dikutip dari detikcom, Kamis (15/5).
Amran menambahkan, program intervensi seperti bantuan sosial (bansos) dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan kembali dijalankan apabila harga gabah telah stabil di atas HPP di seluruh wilayah. “Kalau sudah di atas HPP semua, itu sudah top,” katanya.

























Discussion about this post