BogorOne.co.id | Kota Bogor – Terus meningkatnya populasi manusia, membuat banyak oknum yang tidak bertanggung jawab dalam menjaga alam sehingga mengakibatkan degradasi lahan yang luar biasa di muka bumi ini.
Degradasi lahan merupakan perubahan keadaan lahan yang bersifat negatif, dimana lahan mengalami penurunan produktifitas dan potensi kegunaan untuk mendukung kehidupan.
Akibat degradasi, kini banyak lahan yang telah menurun fungsi dan produktifitasnya sebagai penyedia jasa lingkungan yang diakibatkan oleh kontaminasi aktifitas manusia dan faktor alam dengan sendirinya.

Degradasi lahan yang terjadi di dunia maupun di Indonesia memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan manusia, sebagaimana terlansir dalam Media Indonesia pada tahun lalu.
Data Sekretariat Konvensi PBB tentang Penanggulangan degradasi lahan menunjukkan degradasi lahan menyebabkan terjadinya kematian akibat kelaparan sebanyak 16 orang setiap menit, dan 12 diantaranya ialah anak-anak.
Pada 17 Juni 2021 merupakan Hari Peringatan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia, atau yang lebih dikenal sebagai World Day to Combat Desertification and Drought (WDCD)
Dalam moment tersebut, Pengurus Besar Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (PB INSPIRA) menyemai 5000 biji benih mahoni di Gunung Salak, Jawa Barat.
Ketua Umum PB INSPIRA, Rizqi Fathul Hakim mengatakan, kalau ada tumbuhan yang bisa bermanfaat daun, buah, biji, hingga batangnya, mahoni adalah jawabannya.
Menurut dia, pohon Mahoni dikenal sebagai pohon dengan berjuta manfaat. Pohon tersebut termasuk kategori tumbuhan yang dapat tumbuh di mana saja secara cepat. Mahoni bisa tumbuh tinggi mencapai 5-40 meter dengan cabang yang banyak.
“Daun pohon Mahoni mampu menyerap polusi udara dan menghasilkan oksigen yang menyegarkan udara. Polusi yang diserap pun tidak sedikit, mencapai 60% kandungan polusi dapat diserap oleh daunnya ini,” kata dia.
Sebelumnya PB INSPIRA mengagendakan kegiatan Kemah Bangsa Mahasiswa Indonesia (Kembang Mahoni) dengan tajuk “Membaca Masa Depan Alam Indonesia.
Tujuannya, mengoptimalisasi Peran Pemuda Dalam Menjaga Alam Dari Kejahatan Lingkungan Demi Mewujudkan Indonesia Asri dan Lestari 2045.
Namun kata dia, kegiatan tersebut terpaksa ditunda karena melihat kondisi Indonesia yang sangat memprihatinkan atas lonjakan kasus covid-19 hampir diseluruh wilayah tanah air.
“Ya, demi kemaslahatan bersama, kegiatan KEMBANG MAHONI PB INSPIRA tersebut terpaksa ditunda,” ujarnya.
Dia menuturkan, pandemi Covid-19 yang belum diketahui ujungnya ini memang betul-betul menyita perhatian pemerintah dan masyarakat Indonesia bahkan dunia.
“Tentu dalam penanganannya sangat dibutuhkan keseriusan, kebersamaan, kesamaan sikap dan formulasi yg tepat agar pandemi ini segera berakhir,” ujarnya.
Rizqi menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan dengan menjaga kebersihan, rajin mencuci tangan dengan air yang mengalir, menjauhi kerumunan, dan memakai masker untuk menjaga diri dari penularan virus mematikan ini.
Meskipun begitu Rizqi menyampaikan rasa terima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah memberikan support untuk menyemai 5000 biji benih mahoni dalam rangka memperingati Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia.
Rizqi menjelaskan bahwa misi yang diemban dalam Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia ini adalah untuk mengingatkan manusia bahwa diperkirakan pada tahun 2025, paling tidak ada 1,8 milyar orang yang akan mengalami kelangkaan air.
“Dan 2/3 penduduk dunia akan hidup dalam kondisi kekurangan air, pada tahun 2045 sekitar 135 juta orang akan berpindah tempat diakibatkan penggurunan atau degradasi lahan,” ungkapnya.
Masih kata dia, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kerja sama dalam menanggulangi kekeringan dan degradasi lahan.
“Dengan adanya peringatan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia ini, diharapkan bahwa pemahaman masyarakat akan bahaya degradasi lahan dan kekeringan akan semakin meningkat,” pungkasnya. (Fry)





























Discussion about this post