BogorOne.co.id | Kota Bogor – Sikapi polemik proyek toilet senilai masing-masing Rp200 juta di SMPN 9 dan SMPN 1, Direktur Jaringan Advokasi masyarakat Pakuan Pajajaran Pajajaran, Saleh Nurangga minta Inspektorat periksa Pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor.
“Inspektorat harus turun tangan ke lapangan mengecek proyek tersebut,” ujar Saleh kemarin.
Selain mengecek proyek, sambung dia, Inspektorat pun harus memeriksa Dinas Pendidikan (Disdik) terkait adanya proyek toilet yang angkanya cukup fantastis.
“Harus diusut tuntas kenapa proyek ini bisa muncul. Apakah dibangun karena kebutuhan atau apa?,” tegas Saleh.
Ia pun menyayangkan mengapa Disdik tidak memprioritaskan pembangunan ruang kelas baru, dan justru malah sibuk memperbaiki toilet.
“Memang toilet itu hal vital di lembaga pendidikan dan lainnya. Tapi yang lebih penting itu ruang kelas, sudah tahu Kota Bogor kekurangan sekolah dan ruang kelas. Eh ini malah bangun toilet mahal,” tandasnya.
Sebelumnya, Founder Visi Nusantara Maju, Yusfitriadi menyebut, bila seharusnya anggaran tersebut dapat digunakan untuk membangun dua ruang kelas baru.
“Anggaran sebesar itu hanya untuk toilet dua sekolah sangat tidak wajar. Harusnya bisa jadi dua ruang kelas baru, bukan hanya untuk pembangunan toilet,” ujar Yusfitriadi.
Berdasarkan lama LPSE Kota Bogor, proyek toilet itu dibangun di SMPN 9 dan SMPN 17, dimana masing-masing toilet mempunyai pagi anggaran sebesar Rp200 juta, dan tengah dikerjakan. (Rdt)
























Discussion about this post