BogorOne.co.id | Megamendung – Di akhir masa jabatannya sebagai Kepala Desa Sukamanah, Ismail sukses merampungkan gedung megah berlantai tiga yang nantinya akan di fungsikan untuk perkantoran, lembaga pendidikan hingga pengembangan sektor pertanian dan UMKM.
Kinerja Ismail yang telah menghabiskan masa tiga periode sebagai kepala desa, patut dicontoh kepala desa lain di Bumi tegar beriman, karena telah sukses mengalokasikan berbagai sumber dana untuk pembangunan dengan tanpa menyisakan masalah.
“Banyak yang saya lakukan di periode terakhir ini yang pertama saya membuat pembangunan infrastruktur yaitu gedung sekretariat kelembagaan tingkat desa tiga lantai dan mengembangkan sektor pertanian serta produk UMKM,” kata Ismail, Selasa (13/12/22).
Dijelaskannya, bawah pembangunan infrastruktur gedung tiga lantai itu menghabiskan anggaran Rp 1,8 miliar secara bertahap. “Ya, diharapkan, diakhir masa bakti 2023 ini gedung sudah selesai 100 persen,” ungkapnya.
Ismail menuturkan, di gedung baru tersebut akan ada sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), Posyandu. Kemudian di lantai dua diperuntukan sekretariat PKK, BPD dan MUI. Sedangkan, di lantai tiga nya ada LPM, Karang Taruna dan ruangan ruangan untuk Poktar.
“Sekretariat kelembagaan tingkat desa, karena itu nantinya satu-satu nya gedung yang menaungi seluruh kelembagaan yang ada di tingkat desa.Jadi bangunan ini hanya pemerintah desa, DPD, LMP, PKK, MUI, Karang Taruna dan lain lain,” kata Ismail.
Itu anggarannya dari Dana Desa (DD) yang saya sisihkan secara bertahap tiap tahunnya sehingga terkumpul 1,8 miliar.Ia menjelaskan, gedung tersebut merupakan jeripayah setiap tahunnya menyisihkan anggaran.
Seharusnya kata dia, di tahun ini pembangunan sudah terselesaikan, tetapi terkendala dengan Perpres 104 yang mewajibkan mengalokasikan infrastuktur jalan desa 40 persen.
“Diawal tahun 2023 ini, mudah-mudahan sudah bisa terselesaikan pembangunan gedung tersebut. Intinya kami dari desa setiap anggaran DD itu turun saya sisihkan sehingga terkumpul secara bertahap untuk pembangunan gedung tersebut,” ucapnya.
Kemudian lanjut dia, dirinya juga telah membuat jalan lintas poros tengah penyambung dua Kecamatan Megamendung dan Ciawi dimana di samping jalan itu Sukamanah-Jambuluwuk kita bikin Pasir Muncang, Karakal lewat Pondok Gede.
Ismail menyebut mayoritas masyarakat Desa Sukamanah bergerak dibidang pertanian dan pedagangan, walaupun memang tidak terlalu besar yang luas wilayah hanya 181, 479 hektar.
Selain pembangunan desa Sukamanah ini mempunyai pertanian, yaitu produk unggulan kacang Edamame dari Jepang di jual ke supermarket, dan itu salah satu menjadi mata pencaharian masyarakat yang ada disini.
“Siapa pun kaum adam yang mengkonsumsi kacang Edamame ini baik untuk kesehatan non kolestrol,” tambah dia.
“Awalnya kacang Edamame itu di bawa dari Jepang oleh salah seorang petani inovator pada tahun 1983 yang kemudian di kembangkan menjadi produk unggulan desa Sukamanah,” tandasnya. (Yud)

























Discussion about this post