BogorOne.co.id | Pandeglang – Peningkatan penggunaan transaksi digital berbasis QR code di Kabupaten Pandeglang, Banten, diiringi munculnya modus penipuan QRIS yang kian meresahkan. Praktik kecurangan ini ditemukan di sejumlah lokasi, mulai dari warung makan hingga rumah ibadah.
Melansir beritasatu.com, Sabtu, 29 November 2025, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pandeglang, Johanes Waluyo, mengatakan kemudahan memindai QR code sering dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab dengan mengganti kode resmi milik toko atau lembaga dengan kode pribadi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk benar-benar jeli saat memindai QRIS. Oknum kasir bisa saja mengganti barcode resmi toko dengan barcode milik pribadi,” ujar Johanes.
Modus serupa juga terdeteksi di sejumlah daerah lain. Di beberapa tempat ibadah, QRIS palsu ditempelkan pada kotak infak sehingga dana jemaah tersalurkan ke rekening individu. Johanes mengingatkan setiap pemindaian QRIS selalu menampilkan nama penerima. Jika yang muncul adalah nama pribadi, transaksi sebaiknya dibatalkan.
Menurut dia, peningkatan literasi digital tidak serta-merta mengurangi risiko kejahatan siber. Teknologi justru memberi ruang bagi modus penipuan yang semakin beragam dan sulit dikenali.
“Kasus penipuan keuangan sekarang banyak. Ada yang dananya hilang, ada juga yang tertipu karena QRIS palsu,” katanya.
Meski demikian, hingga kini Diskominfo Pandeglang belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut. Johanes menduga sebagian korban enggan melapor karena nilai kerugian kecil atau merasa malu. “Ada kemungkinan korban, tetapi tidak melapor. Masyarakat harus peka, jangan asal scan dan transfer,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya memastikan nama penerima sebelum memasukkan nominal pembayaran dan PIN. Jika muncul keraguan, masyarakat dianjurkan menggunakan pembayaran tunai.
“Kalau tidak yakin, lebih baik bayar tunai. Jangan sampai uang malah masuk ke rekening pelaku,” kata Johanes.
Ia memastikan sistem pembayaran digital yang digunakan perangkat daerah telah dilengkapi standar keamanan yang memadai sehingga risiko penyalahgunaan sangat kecil. Sebagai langkah pencegahan, Diskominfo Pandeglang akan menggencarkan sosialisasi mengenai bahaya QRIS palsu melalui kanal resmi pemerintah.
“Kami sudah menyiapkan edukasi lewat media sosial kecamatan dan dinas. Materi peringatan juga akan disebarkan melalui media dan pamflet digital,” ujarnya.
























Discussion about this post