BogorOne.co.id | Jakarta – Metode jalan kaki ala Jepang atau Japanese walking tengah menjadi tren kebugaran terbaru yang mulai digemari masyarakat, terutama kalangan lanjut usia. Latihan ini dikenal dengan sebutan 3-3 walking workout, yakni pola jalan kaki dengan ritme cepat selama tiga menit diselingi jalan lambat tiga menit, diulang lima kali hingga total durasi 30 menit.
Dilansir dari Daily Mail, Minggu, 3 Agustus 2025) metode ini dikembangkan oleh Profesor Hiroshi Nose dan Associate Professor Shizue Masuki dari Shinshu University, Jepang. Tujuan awalnya adalah memberikan alternatif latihan yang aman dan efektif bagi lansia, dengan manfaat yang setara dengan latihan interval intensitas tinggi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik ini dapat membantu menurunkan berat badan, menstabilkan tekanan darah, meningkatkan kekuatan otot paha, hingga memperbaiki kebugaran fisik secara keseluruhan. Studi lanjutan pada 2018 mengungkapkan, kebiasaan melakukan latihan ini selama 10 tahun dapat menurunkan risiko cedera dan penyakit yang berkaitan dengan usia.
Meski tren ini semakin populer, sejumlah ahli mengingatkan agar masyarakat tidak terlalu terpaku pada satu metode. Sean Pymer, fisiolog latihan klinis akademik dari University of Hull, menekankan pentingnya konsistensi dalam berolahraga.
“Kita perlu memastikan rutin melakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga tinggi dan menjadikannya kebiasaan. Apabila itu Japanese walking, maka pilihan tersebut sangat baik,” ujarnya.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post