BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi alias Jaro Ade memastikan pemerintah daerah memantau penanganan 417 siswa SMPN 1 Dramaga dan SMPN 2 Dramaga yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa, 27 Oktober 2026.
Jaro Ade mengatakan pemerintah daerah memprioritaskan penanganan medis terhadap seluruh siswa yang terdampak. Sebagian siswa telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik, sedangkan lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Sebagian sudah dipulangkan ke rumah setelah dinyatakan membaik oleh tim medis. Sebagian masih dirawat di Puskesmas Dramaga, dan beberapa siswa lainnya dirujuk ke RSUD Leuwiliang serta Rumah Sakit Medika untuk penanganan lebih lanjut,” kata Jaro Ade.
Menurut dia, pemerintah daerah juga berupaya memastikan seluruh siswa yang sakit terdata dan mendapatkan penanganan. Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya siswa yang mengalami keluhan di rumah tanpa terpantau petugas.
“Data sementara siswa yang mengalami sakit di SMPN 1 Dramaga dan SMPN 2 Dramaga totalnya ada 417 anak. Prinsipnya, pemerintah daerah hadir untuk memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak kita. Jangan sampai ada yang sakit di rumah tanpa diketahui, apalagi orang tuanya sedang bekerja,” ujarnya.
Di tengah penanganan para siswa, pemerintah daerah masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut. Dugaan sementara mengarah pada makanan yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sampel makanan telah diambil untuk diuji di laboratorium. Pemeriksaan itu bertujuan menelusuri kemungkinan masalah pada bahan baku, bumbu, maupun proses pengolahan makanan.
Jaro Ade mengatakan pemerintah Kabupaten Bogor akan mengevaluasi pelaksanaan program MBG bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Evaluasi tersebut, kata dia, diperlukan untuk memastikan pengelola SPPG menjalankan prosedur penyediaan makanan sesuai standar yang berlaku.
Ia menilai program pemenuhan gizi bagi anak sekolah tetap perlu didukung, tetapi pelaksanaannya harus disertai pengawasan dan perbaikan tata kelola.
“Program pemenuhan gizi ini adalah program yang mulia. Namun, tata kelolanya harus terus kita perbaiki dan evaluasi. Kami meminta seluruh pengelola SPPG untuk mematuhi standar operasional dan rekomendasi yang telah disepakati dalam setiap penyajian makanan,” kata dia.
Pemerintah Kabupaten Bogor menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi para siswa serta menyampaikan pembaruan jumlah korban dan hasil pemeriksaan laboratorium secara berkala.
“Semoga seluruh anak-anak kita segera pulih dan bisa kembali belajar seperti biasa,” ujar Jaro Ade.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami 417 siswa tersebut belum diketahui dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post