BogorOne.co.id | Caringin – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak pada kenaikan harga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama pembuatan tahu. Kondisi tersebut mulai dirasakan para perajin tahu di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, yang mengaku mengalami penurunan omzet usaha.
Salah seorang perajin tahu di Desa Ciderum, Ade, mengatakan kenaikan harga kedelai impor dalam beberapa waktu terakhir telah menambah beban biaya produksi para pelaku usaha tahu.
“Kondisi ini berdampak langsung terhadap para perajin tahu dan tentunya menyebabkan penurunan omzet penjualan produk tahu,” ujar Ade, Selasa 9 Juni 2026.
Ia menjelaskan, dalam sepekan terakhir harga kedelai impor mengalami kenaikan cukup signifikan. Dari sebelumnya sekitar Rp10.000 per kilogram, kini mencapai Rp12.000 per kilogram.
Menurut Ade, lonjakan harga bahan baku tersebut membuat biaya produksi meningkat, sementara daya beli masyarakat belum tentu mampu mengikuti kenaikan harga jual produk.
“Jika harga kedelai impor terus naik, biaya produksi akan semakin besar dan pada akhirnya berdampak pada harga jual di pasaran,” katanya.
Ketergantungan industri tahu terhadap pasokan kedelai impor juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para perajin. Mereka khawatir kenaikan harga yang berkelanjutan dapat mengancam keberlangsungan usaha.
Ade berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga kedelai sehingga usaha para perajin tahu tetap dapat bertahan di tengah tekanan ekonomi.
“Namun jika tidak ada langkah untuk menstabilkan harga kedelai, kami para perajin tahu khawatir terancam gulung tikar,” tandasnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post