BogorOne.co.id | Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026 di Jawa Barat. Inspektur Jenderal Kemendikdasmen, Faisal Syahrul, meninjau langsung pelaksanaan SPMB di SMAN 1 Kota Bekasi dan SMAN 3 Bekasi, Sabtu (14/6/2025).
Pemantauan ini merupakan bagian dari pengawasan nasional untuk memastikan proses SPMB berjalan objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
“Kementerian berkomitmen memastikan setiap anak memiliki hak yang sama untuk mengakses pendidikan bermutu. Tidak boleh ada diskriminasi atau kecurangan dalam bentuk apa pun,” tegas Irjen Kemendikdasmen, Faisal Syahrul.
Dalam kunjungannya, Faisal menerima laporan dari pihak sekolah terkait kendala teknis yang sempat terjadi pada hari-hari awal pendaftaran, terutama lambatnya akses sistem akibat tingginya volume pendaftar.
“Gangguan memang terjadi di hari pertama dan kedua, tapi saat ini sudah berjalan lancar. Kami terus berkoordinasi dengan pemda dan pihak terkait,” ujarnya.
Untuk mencegah praktik kecurangan seperti jual-beli kursi atau titipan, Kemendikdasmen telah mengunci daya tampung masing-masing sekolah melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan meminta sekolah mengumumkan kapasitas secara terbuka.
“Jumlah rombel dan daya tampung sudah ditetapkan. Jika ditemukan pelanggaran, akan ada sanksi sesuai aturan,” kata Faisal.
Kemendikdasmen juga melibatkan lembaga-lembaga pengawas seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, Kejaksaan, Ombudsman, dan Inspektorat Daerah dalam mengawal jalannya proses seleksi.
“Kami terbuka terhadap laporan masyarakat. Jika ada kecurangan, akan ditindak tegas. Lembaga-lembaga pengawas telah kami libatkan untuk menjaga integritas proses ini,” tambahnya.
Kepala SMAN 1 Bekasi, Anung Edy Purwanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah membuka layanan pengaduan, baik secara langsung maupun daring melalui WhatsApp, untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala dalam pendaftaran.
“Sampai 13 Juni pukul 20.40 WIB, kami menerima 624 pendaftar dengan daya tampung 432 kursi. Verifikasi telah selesai 50 persen,” ujar Anung.
Ia menambahkan, verifikasi dokumen dilakukan secara ketat hingga malam hari oleh tim verifikator. Sekolah juga memberikan pendampingan teknis bagi calon siswa yang mengalami kendala dalam penggunaan teknologi, termasuk untuk siswa dari luar daerah.
Sementara itu, Kepala SMAN 3 Bekasi, Dedi Suryadi, memastikan seluruh panitia telah menandatangani pakta integritas dan menjalankan tugas sesuai petunjuk teknis.
“Kalau ada yang menawarkan bantuan masuk SMA dengan membayar, itu bukan dari kami. Yang lolos, harus murni tanpa koneksi atau bayaran,” tegas Dedi.
Menanggapi anggapan sebagian masyarakat yang hanya mengincar sekolah negeri, Irjen Faisal menegaskan bahwa sekolah swasta juga memiliki peran penting dalam penyediaan pendidikan bermutu.
“Daya tampung negeri terbatas. Pemerintah daerah perlu memfasilitasi siswa yang tak tertampung agar bisa melanjutkan ke sekolah swasta terakreditasi baik,” jelasnya.
Menutup kunjungan, Faisal mengajak semua pihak untuk menjaga SPMB tetap tertib, adil, dan transparan.
“Kita semua bertanggung jawab atas keberhasilan SPMB. Edukasi dan keterbukaan informasi kepada publik adalah kunci. Kami pastikan tak ada anak kehilangan hak atas pendidikan bermutu,” tutupnya.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post