• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Jumat, Juli 17, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home LIFESTYLE

Kenali Apraksia, Kondisi Neuroligia yang Bikin Anak Sulit Bicara

Redaksi by Redaksi
25 April 2023
in LIFESTYLE
0
Kenali Apraksia, Kondisi Neuroligia yang Bikin Anak Sulit Bicara

Kenali Apraksia pada anak.(alo/BogorOne.co.id)

378
SHARES
533
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Jakarta – Apraksia adalah kondisi neurologis yang membuat seseorang merasa sulit atau juga tidak bisa melakukan gerakan motorik tertentu meskipun kondisi ototnya normal dan bentuknya yang lebih ringan dikenal sebagai dyspraxia.

Apraksia ini dapat terjadi dalam berbagai bentuk dan salah satu bentuknya adalah apraksia orofasial. Orang dengan kondisi apraksia orofasial tidak dapat melakukan gerakan tertentu yang melibatkan otot wajah.

Misalnya saja, mereka tidak dapat menjilat bibir atau mengedipkan mata. Bentuk lain dari apraksia memengaruhi kemampuan seseorang untuk menggerakkan lengan dan kaki.

Sementara kondisi apraksia bicara yakni seseorang merasa kesulitan atau juga tidak bisa menggerakkan mulut dan lidahnya untuk berbicara.

BERITA LAINNYA

Denise Chariesta

Denise Chariesta Buka Lowongan Teman Diskusi, Gaji Ditawarkan Rp15 Juta

16 Juli 2026
Universitas Gadjah Mada

Penelitian UGM Ungkap Bahaya Panas di Dalam Rumah

11 Juli 2026
cuaca panas

Dinkes Kota Bogor Minta Warga Waspadai Dampak Cuaca Panas

10 Juli 2026
Prambanan Jazz Festival 2026

Prambanan Jazz Festival 2026 Kembali Digelar, Hadirkan Musisi Lintas Generasi

4 Juli 2026

Hal ini bisa terjadi, meskipun orang tersebut memiliki keinginan untuk berbicara dan otot mulut serta lidahnya secara fisik mampu membentuk kata-kata.

Ada dua jenis apraksia bicara yang harus diketahui atau dikenali yaitu jenis apraksia yang didapat dan apraksia bicara pada masa kanak-kanak.

Apraksia yang didapat terjadi pada orang dari segala usia dan biasanya ditemukan pada orang dewasa yang menyebabkan seseorang kehilangan kemampuan berbicaranya.

Apraksia bicara masa kanak-kanak adalah gangguan bicara motorik dan kondisi seperti ini sudah ada sejak lahir dan mempengaruhi kemampuan anak untuk membentuk suara atau kata.

Anak-anak dengan apraksia bicara seringkali memiliki kemampuan yang jauh lebih besar untuk memahami pembicaraan daripada mengekspresikan diri dengan kata-kata yang diucapkan.

Sebagian besar gangguan bicara apraksia pada anak akan mengalami perbaikan yang signifikan, jika tidak sembuh total dengan penanganan yang tepat.

Ada berbagai gejala terkait bicara yang dapat dikaitkan dengan apraksia, misalnya saja kesulitan merangkai suku kata dalam urutan yang tepat untuk membuat kata atau ketidakmampuan untuk melakukannya.

Kesulitan mengucapkan kata-kata yang panjang atau rumit dan berulang kali untuk mengucapkan kata-kata atau ketidakkonsistenan ucapan.

Seperti dapat mengucapkan suatu bunyi atau kata dengan benar pada waktu tertentu tetapi tidak pada waktu lainnya.

Gangguan bicara apraksia pada anak jarang terjadi sendiri dan kondisi ini sering disertai dengan defisit bahasa atau kognitif yang lainnya seperti menghilangkan konsonan pada awal dan akhir kata.

Apraksia terjadi akibat kerusakan pada area otak yang mengontrol kemampuan berbicara dan kondisi yang dapat menyebabkan apraksia ini termasuk trauma pada kepala, stroke, atau tumor otak.

Sedangkan apraksia pada anak masih belum diketahui penyebabnya, beberapa ilmuwan percaya bahwa apraksia pada anak tersebut dihasilkan dari adanya masalah pensinyalan antara otak dan otot yang digunakan untuk berbicara.

Dalam beberapa kasus apraksia, kondisinya bisa sembuh secara spontan tapi ini tidak terjadi pada gangguan bicara apraksia pada anak yang tidak hilang tanpa pengobatan.

Sebagian besar anak dengan apraksia bicara mendapat manfaat dari bertemu satu lawan satu dengan ahli patologi wicara tiga sampai lima kali seminggu.

Mereka mungkin juga perlu bekerja sama dengan orang tua atau wali mereka untuk mempraktikkan keterampilan yang mereka kembangkan.(Ir-v)

Tags: AnakApraksiaBicaraBikinKenaliKondisiNeuroligiaSulit

Related Posts

Denise Chariesta
LIFESTYLE

Denise Chariesta Buka Lowongan Teman Diskusi, Gaji Ditawarkan Rp15 Juta

16 Juli 2026
Universitas Gadjah Mada
LIFESTYLE

Penelitian UGM Ungkap Bahaya Panas di Dalam Rumah

11 Juli 2026
cuaca panas
LIFESTYLE

Dinkes Kota Bogor Minta Warga Waspadai Dampak Cuaca Panas

10 Juli 2026
Prambanan Jazz Festival 2026
LIFESTYLE

Prambanan Jazz Festival 2026 Kembali Digelar, Hadirkan Musisi Lintas Generasi

4 Juli 2026
Thariq Halilintar
LIFESTYLE

Polda Metro Periksa Thariq–Aaliyah di Kasus Dugaan Penggelapan Dana Umrah Hanania Group

11 Juni 2026
Bogor Matsuri 2026
BOGOR RAYA

Bogor Matsuri 2026 Hadir di Pakansari, Tampilkan Cosplay dan Budaya Pop Jepang

5 Juni 2026
Next Post
Untuk Kurangi Kemacetan, Kemenkumham Bolehkan ASN Tunda Kembali ke Jakarta

Untuk Kurangi Kemacetan, Kemenkumham Bolehkan ASN Tunda Kembali ke Jakarta

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

16 Maret 2026

DARI REDAKSI

Cek Yuk, Apa Perkataan Kotor Batalkan Puasa?

Cek Yuk, Apa Perkataan Kotor Batalkan Puasa?

30 Maret 2023
Ulang Tahun SMSI : Sewindu Mengarungi Disrupsi Multidimensi

Ulang Tahun SMSI : Sewindu Mengarungi Disrupsi Multidimensi

7 Maret 2025
DPRD Kabupaten Bogor

DPRD Kabupaten Bogor Terima Kunjungan DPRD Banjarmasin, Bahas Penguatan Kinerja Legislasi

10 Maret 2026
Pimpinan dan Anggota DPRD Sampaikan Aspirasi ke PJ Gubernur Jabar

Pimpinan dan Anggota DPRD Sampaikan Aspirasi ke PJ Gubernur Jabar

12 September 2023

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In