BogorOne.co.id | Kota Bogor – Perlintasan kereta di Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, kembali memakan korban jiwa. Seorang perempuan paruh baya asal Lampung meninggal setelah tertabrak kereta saat berjalan kaki melintas di jalur tersebut.
Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor Heri Cahyono menilai peristiwa ini harus menjadi perhatian serius. Ia menegaskan bahwa menyeberang melalui jalur rel yang tidak resmi tidak dibenarkan dan sangat berisiko.
“Risikonya besar sekali, apalagi jalur tersebut padat. Kereta yang melintas cukup cepat dan seharusnya tidak digunakan untuk lintasan pejalan kaki,” kata Heri, Rabu 5 November 2025.
Heri meminta Pemerintah Kota Bogor bersama PT Kereta Api Indonesia mengambil langkah cepat untuk mencegah insiden serupa. Menurut dia, sejumlah upaya bisa dilakukan, mulai dari pemasangan rambu hingga penutupan akses bagi pejalan kaki.
“Misalnya memasang rambu dan papan peringatan yang jelas dan mencolok, agar masyarakat lebih waspada,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan penutupan akses lintasan pejalan kaki di lokasi tersebut karena dinilai sangat rawan. Edukasi bagi warga sekitar disebutnya menjadi langkah penting agar masyarakat memahami bahaya melintasi rel kereta secara sembarangan.
“Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama. Itu menjadi tugas pemerintah sebagai pengayom masyarakat,” kata Heri.
Heri menyatakan mendukung langkah cepat Dinas Perhubungan untuk memasang papan peringatan atau pengaturan khusus guna meningkatkan keselamatan di kawasan itu.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post