BogorOne.co.id | Amsterdam – Direktur Sepak Bola Ajax Amsterdam, Marijn Beuker, akhirnya mengungkap alasan utama di balik keputusan klub memboyong kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, dari FC Dallas pada bursa transfer awal tahun ini.
Sebagaimana dikonfirmasi sebelumnya, Ajax resmi mengamankan jasa Paes dengan nilai transfer mencapai €1,5 juta atau sekitar Rp29,7 miliar. Kiper berusia 27 tahun tersebut diikat kontrak jangka panjang oleh raksasa Belanda ini hingga musim panas 2029 mendatang.
Marijn Beuker menjelaskan bahwa ketertarikan Ajax terhadap Paes bukanlah hal yang instan. Pihak klub diakuinya telah memantau perkembangan Paes sejak lama. Momentum kepindahan ini pun dipercepat setelah Ajax mencium adanya minat serius dari klub lain terhadap kiper senior mereka, Remko Pasveer.
“Begitu kami menerima informasi mengenai ketertarikan konkret pada Remko Pasveer, kami langsung bergerak cepat mencari pengganti yang sepadan,” ujar Beuker sebagaimana dilansir dari laman resmi klub.
Beuker menambahkan bahwa kriteria utama yang dicari De Godenzonen adalah sosok penjaga gawang berpengalaman yang memiliki tingkat keandalan tinggi.
“Kami telah memantau Maarten selama beberapa musim dan merasa sangat puas akhirnya bisa membawanya ke Ajax. Fokus kami adalah mendapatkan kiper berpengalaman dan Maarten lebih dari sekadar memenuhi kriteria tersebut,” lanjutnya.
Lebih dari sekadar kemampuan teknis, kepribadian Paes menjadi nilai tambah bagi Ajax. Beuker memuji etos kerja dan mentalitas yang dibawa oleh mantan penggawa FC Utrecht tersebut.
“Dia adalah pemain yang sangat rajin berlatih, seorang team player dengan mentalitas olahraga tingkat tinggi. Karakter ini sangat cocok dengan profil penjaga gawang yang kami cari. Kehadirannya, dikombinasikan dengan talenta muda yang kami miliki, akan memberikan fondasi yang sangat kuat bagi tim di musim-musim mendatang,” tegas Beuker.
Sebelum resmi mendarat di Johan Cruyff Arena, nama Maarten Paes sempat santer dirumorkan akan berlabuh ke klub Liga 1, Persib Bandung. Namun, kabar tersebut telah dibantah secara tegas oleh Paes melalui akun media sosial pribadinya sebelum akhirnya memilih untuk kembali merumput di kompetisi tertinggi Belanda (Eredivisie).
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post