BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Presiden Prabowo Subianto menyinggung adanya indikasi campur tangan kekuatan asing dalam kerusuhan yang terjadi di sejumlah daerah pada Agustus 2025. Ia menilai konflik tersebut dimanfaatkan untuk melemahkan program-program nasional dan mengganggu stabilitas negara.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional kepala daerah di Sentul, Bogor, Senin, 2 Februari 2026. Menurut dia, peristiwa kerusuhan menjadi pengingat pentingnya menjaga stabilitas nasional agar kepentingan bangsa tidak dikorbankan oleh konflik internal.
Prabowo mengatakan kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak konstitusional yang dijamin negara. Ia menegaskan kritik terhadap pemerintah dan demonstrasi adalah bagian dari demokrasi, selama dilakukan sesuai hukum dan tidak membahayakan keselamatan publik.
Namun, ia mengingatkan, protes yang berujung kerusuhan justru merusak fondasi bangsa. Kekerasan jalanan, kata Prabowo, tidak hanya menghambat pembangunan, tetapi juga memukul masyarakat kecil yang menggantungkan hidup pada stabilitas dan kepastian kerja.
“Kerusuhan mencelakakan bangsa dan negara,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan perbedaan sikap politik seharusnya disalurkan melalui mekanisme demokratis, terutama melalui pemilihan umum. Prabowo menyebut kontestasi politik berikutnya akan berlangsung pada 2029.
“Kalau tidak suka saya, silakan lawan di 2029. Jangan rusak negara,” katanya.
Kerusuhan yang meletus pada Agustus 2025 bermula dari aksi protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah. Aksi tersebut kemudian berkembang menjadi pembakaran fasilitas umum, penjarahan, serta terhentinya aktivitas ekonomi warga di sejumlah wilayah. Peristiwa itu menimbulkan kerugian sosial dan ekonomi yang hingga kini masih dalam proses pemulihan.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post