BogorOne.co.id | Kota Bogor – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor menggelar aksi solidaritas di depan Pintu 1 Istana Bogor, Kamis, 5 Maret 2026. Dalam aksi tersebut, mereka mendesak Pemerintah Indonesia bersikap tegas menyikapi agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran.
Para peserta aksi membawa poster dan berbagai atribut tuntutan. Mereka menilai Indonesia tidak boleh bersikap pasif di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor, Moeltazam, mengatakan aksi itu merupakan bentuk keprihatinan mahasiswa terhadap eskalasi konflik yang berpotensi mengancam stabilitas global.
“Kami menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik dan agresi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran. Tindakan militer yang mengancam kedaulatan suatu negara dan berpotensi menimbulkan korban sipil adalah preseden berbahaya bagi stabilitas global,” ujar Moeltazam.
Konflik di Timur Tengah memang kembali memanas setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah wilayah Iran pada akhir Februari 2026, yang memicu ketegangan regional dan kekhawatiran eskalasi konflik lebih luas.
Moeltazam menilai Indonesia perlu menunjukkan sikap yang jelas sesuai prinsip politik luar negeri bebas dan aktif sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.
Dalam aksi tersebut, HMI Cabang Kota Bogor menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya mengutuk segala bentuk agresi militer yang mengancam kedaulatan negara dan keselamatan warga sipil, mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa segera mengeluarkan resolusi gencatan senjata tanpa syarat, serta meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk melindungi warga negara Indonesia di wilayah terdampak konflik.
Massa juga mendesak Presiden Republik Indonesia bersikap tegas dan independen dalam merespons dinamika geopolitik global.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Para mahasiswa menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi internasional serta langkah diplomasi yang diambil pemerintah Indonesia.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien






























Discussion about this post