24.9 C
Bogor
Sabtu, 23 Oktober 2021

Masa PPKM Level 3, Bupati Bogor Tinjau Lokasi Konservasi Satwa TSI

Must read

Wow! Omzet Ekspor Tanaman Hias Di Kabupaten Bogor Capai Rp300 Juta Perhari

BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor - Bupati Bogor, Ade Yasin mengklaim bahwa omzet rata-rata ekspor tanaman hias se-Kabupaten Bogor adalah sebanyak Rp200 juta sampai dengan...

Desa Sukajaya Akan Kembangkan Objek Wisata Curug Sawer

BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor - Berbagai potensi wisata alam di wilayah Tamansari untuk dikembangkan menjadi objek wisata. Salah satu potensi yang ada di Desa...

Eksekusi Bangunan Makan Korban, Yayasan Fajar Hidayah Lapor Polisi

BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor - Bentrokan fisik terjadi dalam eksekusi bangunan yang ditempati yatim piatu di komplek Pesona Amsterdam Blok I, Desa Ciangsana, Kecamatan...

Perkuat Kaderisasi, Partai Nasdem Kota Bogor Gelar Pendidikan Politik

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kota Bogor menggelar pendidikan politik dan kaderisasi di Pajajaran Suite BNR, Jumat (22/10/21). Acara...

BogorOne.co.id | Bogor Raya – Di masa PPKM level 3, Bupati Bogor, Ade Yasin tinjau langsung lokasi konservasi satwa di Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua Kabupaten Bogor, Kamis (26/08/21).

Dia menegaskan hanya zona konservasi saja yang boleh dibuka pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 ini.

Menurutnya, di level 3 sebetulnya tempat wisata belum boleh buka tetapi karena itu lokasi konservasi binatang dari seluruh negara, terlebih Taman Safari Indonesia ini tidak mendapatkan bantuan pusat sehingga mereka kesulitan untuk memberi pakan dan Rumah Sakit Hewan cukup tinggi.

“Sehingga saya beri pengecualian untuk konservasi boleh buka, itupun hanya safari journey saja. Ada beberapa yang saya minta untuk tutup seperti curug, kolam renang, taman bermain, dan tempat keramaian atau tempat berkumpul seperti wahana pertunjukan dan lainnya belum boleh beroperasi,” tegas Ade Yasin.

Menurutnya, hanya perjalanan menuju lokasi konsevasi yang diberi kelonggaran seperti rumah makan buka dan boleh makan ditempat maksimal 30 menit dengan kapasitas 50 persen sesuai aturan Kemendagri.

Selain itu, Mushola dan masjid juga dibuka dengan kapasitas maksimal 50 persen, tetapi untuk nongkrong belum boleh masih dibatasi untuk mencegah kerumunan dan penyebaran Covid-19.

Ketentuan tersebut telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Bogor Nomor 443/408/Kpts/Per-Uu/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar Pra Adaptasi Kebiasaan Baru.

Hal itu, menuju Masyarakat Sehat, Aman, Dan Produktif Melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Di Kabupaten Bogor terhitung mulai 24-30 Agustus 2021.

“Kami juga terapkan barcode peduli lindungi, bahkan disekatnya sudah dari bawah baik mau masuk dan keluar Gadog, ini sangat ketat. Tidak hanya masuk kesini tetapi keseluruh tempat yang ada di Puncak kami berlakukan aplikasi peduli lindungi, untuk yang belum vaksin hasil menunjukan tes hasil PCR,” jelas Bupati Bogor.

Lanjut Ade Yasin, berdasarkan hasil pantauan bahwa kesehatan satwa dan pelayanan kesehatan para satwa di lokasi konsevasi berjalan seperti biasa.

Karena tambah dia, pelayanan kesehatan untuk hewan sama dengan manusia tidak mengenal musim baik dalam kondisi pandemi atau tidak, tetap Kesehatan satwa dipantau oleh rumah sakit hewan.

“Tadi juga telah lahir bayi gajah yang diberi nama Bonesia atau singkatan dari Bogor Indonesia karena lahir di Bogor, Kita juga perlu support pariwisata ini supaya Bogor bisa menjadi tempat hewan-hewan langka, karena disini ada RS-nya sehingga kita bisa memelihara mereka dengan baik termasuk juga penangkarannya,” ungkapnya.

Masih kata dia, ada juga bayi beberapa jenis binatang termasuk harimau yang diberi susu khusus dari luar negeri.

“Konservasi ini cukup besar tanggung jawabnya sehingga pusat konservasi ini ia berikan kelonggaran asal sesuai aturan dan Protokol Kesehatan yang ketat,” ungkapnya.

Politisi PPP itu mengaku suka binatang dan manusia harus perlakukan sama. “Alhamdulilah saya lihat di sini diurus dengan baik, diperlakukan dengan baik oleh perawat dan dokternya, sehingga mereka nyaman tinggal di sini di hutan belantara yang diciptakan Taman Safari Indonesia,” tukasnya. (Yud)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article

Wow! Omzet Ekspor Tanaman Hias Di Kabupaten Bogor Capai Rp300 Juta Perhari

BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor - Bupati Bogor, Ade Yasin mengklaim bahwa omzet rata-rata ekspor tanaman hias se-Kabupaten Bogor adalah sebanyak Rp200 juta sampai dengan...

Desa Sukajaya Akan Kembangkan Objek Wisata Curug Sawer

BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor - Berbagai potensi wisata alam di wilayah Tamansari untuk dikembangkan menjadi objek wisata. Salah satu potensi yang ada di Desa...

Eksekusi Bangunan Makan Korban, Yayasan Fajar Hidayah Lapor Polisi

BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor - Bentrokan fisik terjadi dalam eksekusi bangunan yang ditempati yatim piatu di komplek Pesona Amsterdam Blok I, Desa Ciangsana, Kecamatan...

Perkuat Kaderisasi, Partai Nasdem Kota Bogor Gelar Pendidikan Politik

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kota Bogor menggelar pendidikan politik dan kaderisasi di Pajajaran Suite BNR, Jumat (22/10/21). Acara...

Puluhan Koperasi Dilatih Standarisasi Laporan Keuangan Digital

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil, Menengah (Diskop dan UKM) Kota Bogor menggelar pelatihan standarisasi laporan keuangan secara digital terhadap...