23.6 C
Bogor
Minggu, 28 November 2021

Minaqu Terus Kejar Pasar Global Tanaman Hias Dengan Target Penjualan Rp3.000 Triliun

Must read

Selain Maju di Pilgub Jabar, Hanura Dukung Ridwan Kamil Maju Pilpres 2024

BogorOne.co.id | Bandung - Hanura Jawa Barat siap mendukung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk maju kembali menjadi Gubernur Jawa Barat atau berkompetisi di...

Tiang Listrik di Punncak Meledak, Warga Panik

BogorOne.co.id | Cisarua - Suara ledakan mengagetkan warga Kampung Cijulang, RT 03/05, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor Suara ledakan itu berasal dari sebuah...

Pungli Duit BPNT, Kades Sukaharja Diciduk Tim Sauber Pungli Polda Jabar

BogorOne.co.id | Ciomas - Seorang oknum Kepala Desa (Kades) Sukaharja, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor diamankan Tim Tindak II Saber Pungli Jabar. Penangkapan terhadap RAH (55...

DPS Pertanyakan Peran Pemerintah Dalam Program RTLH di Pasir Jaya

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Masih banyaknya program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang belum terealisasi di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat membuat...

BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor –Menteri Koperasi dan UMKM RI Teten Masduki kunjungi Minaqu Indonesia turut didampingi CEO Minaqu Indonesia Ade Wardhana Adinata, Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim, Pimpinan divisi Kredit UMKM Denny Mulyadi, di Jalan Pondok Bitung Desa Sukaharja Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor, Senin (19/10/21).

Menteri koperasi Teten Masduki mengatakan, banyak potensi ekonomi didalam negeri tapi supply chatnya belum rapi, dan itu merupakan tugas pemerintah pusat dan daerah.

“Ini yang akan kami rapihkan, jadi yang diperlukan bagaimana minaqu bisa jadi lokomotif bagi koperasi-koperasi petani yang bergerak di tanaman hias. Untuk itu pemerintah dan perbankan akan memperkuat dari sisi pembiayaan,” kata Teten.

Sementara CEO Minaqu Indonesia Ade Wardhana Adinata mengucapkan terima kasih kepada menteri koperasi dukungan, semangat serta motivasi.

“Minaqu Idonesia sangat membantu, kaitan beliau memberikan wejangan-wejangan untuk kami bisa menaklukan dunia melalui tanaman asli indonesia. memberikan kolaborasi serta partisipasi untuk masyarakat melalui koperasi yang ada wilayah-wilayah, tentu saja apresiasi,” jelasnya.

Dijelaskannya, Minaqu embuka peluang untuk siapapun dan tidak hanya wilayah Tamansari. Tetapi sejauh ini juga telah banyak binaan di berbagai wilayah di Indonesia dari papua (sabang) sampai merauke.

“Kita tentunya akan memperihatikan wilayah-wilayah sekitar kita. Kan sekarang 4.0 sudah lewat sekarang 5.0 di kolaborasi kalau mau jumping ya harus kolaborasi dan konsolidasi,” jelasnya.

Menyikapi ungkapan Mekop dan UMKM bahwa individu-individu mungkin tidak bisa berhasil, terapi bisa dilakukan secara berkelompok artinya berkolaborasui dengan beberapa petani. “Ayo kita menaklukkan dunia, kan begitu bahasa nya. Kenapa, karena kalau tidak begitu ya akan sulit,” tuturnya.

Disamping itu juga jangan hanya melihat dalam bentuk zoom, tetapi juga wide, karena pasar nya itu global, pasar dunia. Kalau misalkan zoom melihatnya kecil, maka dari itu minaqu memberikan spot-spot bagaimana pemahaman pasar kita pasar global.

“Persaingan kita tidak dalam negeri saja, tetapi di luar negeri. Makanya ayo kita sama-sama bergandengan tangan berkolaborasi untuk mencapai itu,” tambahnya.

Lebih lanjut Ade menyampaikan, total tanaman yang dimiliki minaqu Indonesia kurang lebih ada sekitar 2 juta tanaman, kemudian para mitra itu kurang lebih ada 5 juta tanaman.

“Kita kan punya kontrak 15 juta sampai tahun 2023, nah ini terus kita lakukan. Kalau nilai ekspor dari minaqu sendiri per tahun bisa sampai Rp 100 miliar, dengan tanaman hias asli Indonesia seperti halomen, aloparsia, skendapsus yang pasti kita lebih mengedepankan tanaman asli Indonesia,” terangnya

Dengan tujuan ekspor yakni, Eropa, Amerika dan Asia. Dan saat ini sudah menjangkau 50 negara dengan 20 buyer yang rutin membeli. Secara total nilai pasarnya mencapai Rp3.000 triliun. Pasar global dengan peningkatan 7 persen pertahun, potensi peningkatan nya.

“Dari Rp3000 triliun itu baru 0,01 persen, berarti potensi masih terbuka lebar. Makanya kita kerja bareng-bareng supaya pasarnya bisa berkali kali, minimal Singapore kan 5 persen, nah kita bisa 2-3 persen di tahun 2022 itu kan sudah bagus sampai terus kita merangkak sambil mempersiapkan juga perangkat-perangkat dibawah nya,” ucapnya. (Yud)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article

Selain Maju di Pilgub Jabar, Hanura Dukung Ridwan Kamil Maju Pilpres 2024

BogorOne.co.id | Bandung - Hanura Jawa Barat siap mendukung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk maju kembali menjadi Gubernur Jawa Barat atau berkompetisi di...

Tiang Listrik di Punncak Meledak, Warga Panik

BogorOne.co.id | Cisarua - Suara ledakan mengagetkan warga Kampung Cijulang, RT 03/05, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor Suara ledakan itu berasal dari sebuah...

Pungli Duit BPNT, Kades Sukaharja Diciduk Tim Sauber Pungli Polda Jabar

BogorOne.co.id | Ciomas - Seorang oknum Kepala Desa (Kades) Sukaharja, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor diamankan Tim Tindak II Saber Pungli Jabar. Penangkapan terhadap RAH (55...

DPS Pertanyakan Peran Pemerintah Dalam Program RTLH di Pasir Jaya

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Masih banyaknya program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang belum terealisasi di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat membuat...

Data Kependudukan Memerlukan Kebaharuan

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Kesadaran warga untuk mengurus akte kelahiran, saat ini sudah cukup bagus. Penilaian itu muncul jika diukur dari persentase jumlah...