BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Siswa SDN Cadas Leueur di Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor memulai tahun ajaran 2026/2027 dengan belajar di atas terpal di halaman sekolah. Kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke luar ruangan karena pihak sekolah menilai kondisi bangunan yang rusak berat sudah tidak lagi aman digunakan.
Kepala SDN Cadas Leueur, Juhaeriyah, mengatakan keputusan tersebut diambil untuk menghindari risiko ambruknya bangunan saat proses belajar berlangsung. Menurut dia, sebagian ruang kelas mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian atap, sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa.
“KBM menggunakan alas terpal. Inisiatif ini kami lakukan karena kami khawatir kalau KBM digelar di ruang kelas yang mengalami kerusakan berat,” kata Juhaeriyah, Selasa, 21 Juli 2026.
Ia menilai belajar di ruang terbuka jauh lebih aman daripada memaksakan penggunaan ruang kelas yang sewaktu-waktu dapat roboh. Sekolah, kata dia, tidak ingin mengambil risiko yang dapat mengancam keselamatan peserta didik maupun tenaga pendidik.
“Kalau sampai gedung ambruk di jam belajar dan anak-anak menjadi korban, siapa nanti yang akan bertanggung jawab. Makanya kami tidak mau mengambil risiko itu,” ujarnya.
Kondisi bangunan SDN Cadas Leueur disebut telah lama mengalami kerusakan. Sejumlah bagian sekolah tampak nyaris roboh, sementara genteng dan plafon kerap berjatuhan akibat lapuk dimakan usia.
Juhaeriyah mengungkapkan, insiden material bangunan yang jatuh bukan lagi sekadar potensi. Beberapa guru dan siswa, kata dia, pernah tertimpa genteng maupun plafon saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, peristiwa itu menjadi alasan sekolah menghentikan penggunaan ruang kelas yang rusak.
Pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Bogor segera melakukan perbaikan sebelum kondisi bangunan semakin memburuk. Juhaeriyah meminta perbaikan SDN Cadas Leueur menjadi prioritas agar kegiatan belajar dapat kembali berlangsung dengan aman.
“Kami berharap perbaikan sekolah kami menjadi prioritas, mengingat kondisinya yang sudah membahayakan,” kata dia.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post