27.8 C
Bogor
Sabtu, 31 Oktober 2020

Ngeri! Dalam Tiga Hari Nambah 36 Orang Terpapar Corona

Must read

Proyek Mandek, Asosiasi Kontruksi Geram

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Para pengusaha kontruksi yang tergabung dalam Kadin, Gapensi dan 18 asosiasi lainnya di Kota Bogor, mempertanyakan berbagai kegiatan paket...

Busyet! Sehari 30 Orang Terpapar Corona

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Setelah ditetapkan zona merah, penambahan kasus positif covid-19 di kota hujan terus meningkat, Senin 31 Agustus 2020 tercatan ada...

Bima Sidak Tiga Titik “Red Zone”

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Setelah menaikan status Kota Bogor menjadi zona merah atau beresiko tinggi dalam penularan covid-19, Wali Kota Bogor Bima Arya...

Capaian RTH Minim, Pemkot Diminta Bekerja

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Capaian Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bogor baru mencapai 4,18 persen dari target Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim)...

BogorOne.co.id | Kota Bogor – Semakin hari, situasi penularan virus covid-19 di Kota Bogor semakin mengerikan, sebab dalam tiga hari saja bertambah 36 kasus yang terkomfirmasi positif terpapar korona, Data sementara seluruhnya kini menjadi 362 kasus.

Wakil Wali Kota Bogor sekaligus Ketua GTPP Covid-19 Kota Bogor, Dedie A. Rachim menerangkan informasi terkini terkait Covid-19 di Kota Bogor di Posko GTPP Kota Bogor, Jalan Pajajaran.

Dedie menjelaskan, berdasarkan hasil penelusuran atau swab test yang dilaksanakan dalam rangka Fact Finding atau pencarian aktif dari kasus Covid-19 di Kota Bogor.

“Dalam tiga hari berturut-turut tercatat ada peningkatan kasus terkonfirmasi positif. Dari tanggal 8 – 10 Agustus 2020, setiap harinya ada penambahan 12 terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor,” katanya kemarin.

Berdasarkan data, total kasus Covid-19 di Kota Bogor sampai dengan 9 Agustus 2020, berjumlah 350 kasus dengan angka kesembuhan 61,1 persen dan angka kematian ada 6 persen atau Case Fatality Rate (CFR).

“Dari total tersebut, 54 persen di rawat di rumah sakit dan isolasi mandiri sebesar 46 persen,” tambah mantan pejabat KPK itu.

Untuk kasus aktif terkonfirmasi di rumah sakit berjumlah 115 pasien, dalam perawatan berjumlah 48 pasien dan isolasi mandiri berjumlah 67 orang. Lalu dilakukan pengecekan secara langsung oleh tim surveillance Dinkes dan tim detektif Covid-19 Kota Bogor.

Menurut dia, kondisi Kota Bogor yang memasuki PSBB perpanjangan keenam atau Pra-AKB, masih berada di kategori daerah berisiko sedang.

Dengan kondisi tersebut, kepada semua pihak dihimbau agar lebih berhati-hati agar kategori Kota Bogor tidak berubah menjadi daerah dengan kategori risiko tinggi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tegas Dedie, terus berupaya semaksimal mungkin menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Salah satunya dengan mengeluarkan Perwali Nomor 64 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Administratif terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan dalam pelaksanaan PSBB-AKB yang didahului dengan sosialisasi secara massif.

“Pada, Jumat 8 Agustur kemarin, ada 53 kasus pelanggaran yang terjadi di lapangan,” sebutnya.

Kedepan lanjut Dedie, penerapan implementasi akan dilakukan secara lebih ketat dengan melibatkan kepolisian dan TNI.

Hal itu sebagai tindak lanjut Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukumnya dan Pergub Nomor 60 Tahun 2020 tentang pengenaan sanksi bagi pelanggaran protokol kesehatan.

Sementara Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan, penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada beberapa hari terakhir menurutnya disebabkan kegiatan Active Case Finding Swab Massive.

Dengan kata lain jumlah kasus tinggi karena jumlah swab test yang dilaksanakan juga banyak.

Kadinkes menyebutkan, ada beberapa strategi yang diterapkan Kota Bogor dalam penanggulangan Covid-19, yaitu deteksi aktif (detektif) Covid-19 dengan melibatkan tim lacak dan tim pantau di wilayah.

Lalu save massive dilaksanakan dengan melakukan pencarian atau surveillance aktif (Active Case Finding) bagi kelompok beresiko. Beberapa sasaran atau target, yaitu lokasi tempat kerumunan, stasiun, terminal, perkantoran, faskes dan pasar.

“Sasarannya kita tetapkan, semua yang kontak erat dengan kasus konfirmasi positif, kasus suspect dan probable, 100 persen semua harus di swab test,” ungkapnya

Selain itu Kadinkes juga mengatakan, untuk nakes dan non nakes yang bekerja di faskes yang termasuk kelompok resiko tinggi dalam penularan Covid-19. “Ya, mulai ASN, pedagang pasar, tokoh agama dan kelompok masyarakat lain,” ujarnya.

Pihaknya akan mencari secara aktif pada populasi yang rentan tertular Covid-19. Ketika kasus ditemukan segera diisolasi, tracing secara massiv, swab test dan karantina mandiri bagi yang kontak erat.

Kemudian langkah selanjutnya dilakukan desinfeksi dan edukasi kepada masyarakat. Hingga hari ini positive rate Kota Bogor masih ada di angka 3,8 persen dari standar 5 persen.

“Dalam beberapa hari terakhir dilaksanakan swab test kurang lebih sebanyak 300 hingga 400 swab massif,” katanya.

Berdasarkan kategori penularan Covid-19 di Kota Bogor, import case menduduki posisi pertama sebanyak 33 persen, selanjutnya penularan dalam rumah tangga atau keluarga di angkaa 23 persen dan terakhir faskes angkanya di 14 persen. (SP)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Proyek Mandek, Asosiasi Kontruksi Geram

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Para pengusaha kontruksi yang tergabung dalam Kadin, Gapensi dan 18 asosiasi lainnya di Kota Bogor, mempertanyakan berbagai kegiatan paket...

Busyet! Sehari 30 Orang Terpapar Corona

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Setelah ditetapkan zona merah, penambahan kasus positif covid-19 di kota hujan terus meningkat, Senin 31 Agustus 2020 tercatan ada...

Bima Sidak Tiga Titik “Red Zone”

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Setelah menaikan status Kota Bogor menjadi zona merah atau beresiko tinggi dalam penularan covid-19, Wali Kota Bogor Bima Arya...

Capaian RTH Minim, Pemkot Diminta Bekerja

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Capaian Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bogor baru mencapai 4,18 persen dari target Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim)...

Pemkot – DPRD Sepakat Cabut Tujuh Perda

BogorOne.co.id - Kota Bogor - Dinilai kurang efektif kaitannya dengan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, tujuh Peraturan Daerah (Perda) produk Kota...