BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor memasang target tinggi pada Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 2026 di Bandung. Dua cabang olahraga, para tenis meja dan catur, masing-masing dibebani target 12 dan 14 medali emas.
Target tersebut menjadi acuan bagi atlet dan pelatih dalam mematangkan persiapan menjelang kompetisi. Latihan rutin hingga uji tanding terus dilakukan untuk mengukur kemampuan sekaligus membaca kekuatan lawan.
Di cabang para tenis meja, NPCI Kabupaten Bogor menyiapkan 24 atlet yang terdiri atas 21 atlet daksa dan tiga atlet tunanetra. Pelatih kepala para tenis meja NPCI Kabupaten Bogor, Budi Wahyono, mengatakan persiapan telah dilakukan secara intensif.
“Kami sudah mempersiapkan 24 atlet untuk bertanding pada Peparda 2026 di Bandung nanti, terdiri dari 21 atlet daksa dan tiga atlet tunanetra,” kata Budi.
Para atlet berlatih dari Senin hingga Jumat, mulai pukul 08.30 hingga 17.00 WIB. Menurut Budi, latihan dengan intensitas tersebut diperlukan untuk menjaga performa atlet sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi pertandingan.
NPCI Kabupaten Bogor menargetkan para tenis meja meraih 12 medali emas dan menjadi juara umum cabang olahraga tersebut.
“Target kami di cabang olahraga para tenis meja adalah menjadi juara umum, dengan target meraih 12 medali emas,” ujarnya.
Target itu turut diperkuat dengan dukungan fasilitas latihan. Budi mengatakan para atlet mendapatkan venue latihan dengan enam meja di Stadion Pakansari, selain peralatan, pakaian, dan perlengkapan pendukung lainnya.
“Dukungan dari Bupati Bogor luar biasa. Kami diberikan venue untuk tempat latihan dengan fasilitas enam meja di Stadion Pakansari, serta berbagai fasilitas lainnya,” kata dia.
Atlet para tenis meja NPCI Kabupaten Bogor, Aprilia, mengatakan persiapan menuju Peparda dilakukan secara penuh sejak September hingga November. Ia berlatih setiap Senin sampai Jumat untuk mengejar target pribadinya.
“Persiapan kita dari bulan September sampai November, kita full latihan dari Senin sampai Jumat. Target saya, bismillah, dua emas di event tahun ini,” ujar Aprilia.
Sementara itu, cabang olahraga catur juga menyiapkan kekuatan untuk memenuhi target 14 medali emas. Manajer Catur NPCI Kabupaten Bogor, Agus Priyanto, mengatakan sebanyak 14 atlet dipersiapkan menghadapi Peparda 2026.
Tim catur sebelumnya telah menjalani uji tanding di Bandung melalui ajang Piala Panglima pada 20 September. Hasil pertandingan tersebut digunakan sebagai bahan evaluasi sebelum memasuki persiapan akhir Peparda.
“Alhamdulillah, prestasi yang kami raih cukup memuaskan. Namun, ini bukan menjadi kebanggaan bagi kami karena ajang tersebut merupakan bagian dari persiapan menuju Peparda yang juga akan dilaksanakan di Bandung,” kata Agus.
Para atlet catur menjalani latihan enam hari dalam sepekan, yakni Senin hingga Sabtu. Intensitas latihan ditingkatkan untuk menghadapi persaingan yang diperkirakan ketat, terutama dari atlet Kota Bandung dan Majalengka.
“Fokus utama kami adalah berlatih. Berlatih dan terus berlatih. Karena sehebat apa pun seorang atlet, tanpa latihan saya rasa tidak akan bisa meraih juara dalam sebuah event seperti Peparda,” ujarnya.
Catur ditargetkan menyumbang 14 medali emas. Agus mengatakan target tersebut menjadi tolok ukur sekaligus motivasi bagi atlet dan pelatih untuk meningkatkan kemampuan sebelum pertandingan.
“Alhamdulillah, kami diberikan target 14 medali emas. Target ini memang sangat berat, tetapi menjadi acuan sekaligus cambuk bagi kami untuk berusaha meraih medali tersebut,” kata dia.
Agus juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor dan jajaran NPCI terhadap persiapan atlet. Menurut dia, dukungan tersebut menjadi salah satu faktor yang menjaga motivasi atlet selama menjalani latihan.
“Alhamdulillah, dukungan dari Bupati terhadap NPCI dan para atlet sangat antusias. Saya sangat senang, terutama dengan dukungan dari Bupati dan Pemerintah Kabupaten Bogor, serta Ketua NPCI beserta seluruh pengurusnya,” tuturnya.
Di tengah persiapan menuju Peparda, Agus berharap perhatian terhadap atlet NPCI tidak hanya diberikan untuk kebutuhan pertandingan, tetapi juga berlanjut pada aspek kesehatan dan kesejahteraan atlet.
“Harapan kami, para atlet NPCI mendapatkan perhatian khusus, terutama dari sisi kesehatan dan kesejahteraan. Itu yang sangat kami harapkan ke depannya,” pungkas Agus.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post