BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Pemkab Bogor mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah untuk semakin kompetitif melalui penerapan sistem penilaian berbasis kinerja dan kompetensi, yang menggantikan pola penilaian berbasis kedekatan personal.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menegaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari percepatan reformasi birokrasi yang diarahkan oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Menurut Ajat, seluruh ASN dituntut untuk mampu bekerja lebih inisiatif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan pelayanan serta percepatan program pemerintah daerah.
“Tidak ada lagi istilah orang dekat. Semua diukur dari kinerja. Siapapun bisa maju selama memiliki kemampuan,” kata Ajat.
Ia menambahkan, perubahan pola kerja tersebut menuntut ASN tidak lagi menunggu instruksi dalam menjalankan tugas, melainkan mampu mengambil inisiatif di lapangan.
“Jangan menunggu disposisi. ASN harus menjadi inisiator, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Ajat juga menyoroti pentingnya kemampuan ASN dalam mengikuti ritme kerja pimpinan yang dinamis, mengingat target program pemerintah daerah memiliki batas waktu yang ketat.
“Kalau tidak bisa mengikuti ritme, kita akan merasa terbebani. Padahal kuncinya adalah adaptasi,” katanya.
Ia menegaskan penguatan kapasitas melalui Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) diarahkan untuk memperkuat peran ASN sebagai penggerak perubahan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post