BogorOne.co.id | Bekasi – Kenaikan harga bahan baku menekan perajin tempe di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Harga kedelai yang mencapai Rp 11.000 per kilogram dan lonjakan harga plastik hingga Rp 60.000 per kilogram membuat biaya produksi meningkat.
Dalam beberapa waktu terakhir, perajin merasakan beban usaha kian berat. Selain kedelai yang terus naik, harga plastik sebagai bahan pembungkus juga melonjak signifikan. Saat ini harga kedelai berada di kisaran Rp 1,1 juta per kuintal, naik dari sebelumnya yang masih di bawah Rp 1 juta per kuintal. Adapun harga plastik meningkat dari sekitar Rp 32.000 menjadi Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per kilogram, tergantung jenisnya.
Perajin tempe, Bambang Suraji, 51 tahun, mengatakan kenaikan harga plastik lebih membebani karena digunakan setiap hari dalam jumlah besar.
“Kalau plastik, kenaikannya cukup tinggi. Dahulu sekitar Rp 32.000, sekarang sudah di atas Rp 50.000 sampai Rp 60.000 per kilo,” kata Bambang dikuti dari beritasatu.com, Selasa, 7 April 2026.
Meski biaya produksi naik, perajin belum menaikkan harga jual. Mereka khawatir pelanggan mengurangi pembelian, terutama setelah Lebaran ketika daya beli belum pulih. “Untuk saat ini harga belum dinaikkan, karena kalau dinaikkan pelanggan belum tentu mau,” ujar Bambang.
Sebagai langkah antisipasi, perajin mempertimbangkan mengurangi ukuran tempe agar harga tetap terjangkau. Namun langkah itu belum diterapkan karena mereka masih berupaya menjaga kepuasan konsumen.
“Kalau nanti naik lagi, mungkin ukurannya yang dikurangi,” kata dia.
Upaya menggunakan bahan pembungkus alternatif seperti daun juga belum menjadi solusi. Harga daun ikut naik setelah Lebaran dan dalam beberapa hari terakhir sempat mencapai Rp 20.000 per ikat.
Kondisi ini membuat perajin berada dalam posisi sulit. Mereka harus menahan harga jual di tengah kenaikan biaya produksi. Jika berlangsung lama, keuntungan dikhawatirkan tidak cukup untuk menutup biaya operasional, termasuk membayar tenaga kerja.
Perajin berharap pemerintah menjaga stabilitas harga bahan baku agar usaha kecil tetap bertahan.
“Harapannya harga bisa stabil. Kalau terlalu tinggi, usaha jadi sulit, bahkan untuk bayar karyawan saja tidak cukup,” ujar Bambang.
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post