31.9 C
Bogor
Sabtu, 28 November 2020

Positif Covid-19, 13 Warga Semplak Diisolasi di RSUD

Must read

Proyek Mandek, Asosiasi Kontruksi Geram

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Para pengusaha kontruksi yang tergabung dalam Kadin, Gapensi dan 18 asosiasi lainnya di Kota Bogor, mempertanyakan berbagai kegiatan paket...

Busyet! Sehari 30 Orang Terpapar Corona

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Setelah ditetapkan zona merah, penambahan kasus positif covid-19 di kota hujan terus meningkat, Senin 31 Agustus 2020 tercatan ada...

Bima Sidak Tiga Titik “Red Zone”

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Setelah menaikan status Kota Bogor menjadi zona merah atau beresiko tinggi dalam penularan covid-19, Wali Kota Bogor Bima Arya...

Capaian RTH Minim, Pemkot Diminta Bekerja

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Capaian Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bogor baru mencapai 4,18 persen dari target Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim)...

BogorOne.co.id | Kota Bogor – Terkonfirmasi positif Covid-19, 13 orang warga Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat menjalani masa isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Setelah itu ke 13 orang langsung dijemput ambulance dan diisolasi di RSUD.

“Iya 13 orang terkonfirmasi positif dan dirawat di RSUD Kota Bogor. Dan sekarang ini sudah ada 34 orang terkonfirmasi positif yang dirawat di RSUD. Lalu 56 pasien dalam pemantauan (PDP) juga tengah menjalani masa isolasi di RSUD,” kata
Dirut RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir
Selasa (04/08/20).

Diakuinya, dalam dua pekan terakhir ini ada lonjakan positif yang cukup besar warga yang terkonfirmasi positif terpapar virus yang telah melanda berbagai negara di belahan dunia itu. “Ya, mengalami peningkatan jumlahnya, terutama dari klaster keluarga, nah yang di Semplak ini salah satunya,” kata Ilham.

Terpisah, Humas RSUD Kota Bogor, Taufik menerangkan berdasarkan hasil pendataan awal yang terkonfirmasi positif merupakan satu keluarga.
“Ya ini terjadi penyebaran pasca digelarnya tahlilan,” kata Taufik.

Sekadar diketahui, saat ini jumlah terkonfirmasi positif di Kota Bogor berjumlah 301 orang, dengan rincian 78 orang masih dirawat, 202 sembuh dan 21 meninggal dunia.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor secara resmi memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masa pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) selama satu bulan kedepan.

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, perpanjangan PSBB di masa Pra AKB tersebut terpaksa dilakukan, sebab situasi yang terjadi saat ini jauh dari kata aman. “Kondisi sekarang jauh dari kata selesai. Bahkan kasus positif covid-19 terus merayap bertambah,” kata Bima kemarin.

Politisi PAN itu mengaku khawatir terhadap kondisi yang sedang dihadapi, sebab jumlah kasus positif covid-19 terus bertambah, sementara kesadaran masyarakat terus menurun. “Saya membaca situasi saat ini sangat mengkhawatirkan. Covidnya naik tetapi kekhawatiran dan kesadaran menurun, disiplin menurun, ini sangat berbahaya,” ucap Bima.

Diakui orang nomor satu di kota hujan itu, berdasarkan laporan yang diterimanya, trend penambahan kasus positif belakangan ini terjadi pada tiga kategori. “Ya, mulai kluster keluarga, kluster perjalanan keluar kota, hingga penyebaran di kawasan perkantoran dan pusat perbelanjaan. Ini semua rata-rata terjadi karena ketidakpedulian,” tegasnya.

Menyikapi hal itu, dia mengaku pihaknya mengaku akan terus menggencarkan Rapid dan Swab Tes secara masif di semua sektor. Mulai dari tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, terminal, stasiun, pemukiman, hingga sektor lainnya yang dinilai rentan menjadi lokasi penyebaran covid-19.

Dia juga mengaku akan memperketat protokol kesehatan dilingkungan pemerintah daerah. “Saya minta tidak usah rapat kalau tidak perlu. Sebisa mungkin hindari. Kalau pun tatap muka maksimal 30 menit. Masa rapat jangan banyak-banyak,” jelasnya.

Tak hanya itu, dia juga mengaku akan memperketat perjalanan dan kunjungan dinas, pada masa PSBB Pra AKB tahap dua ini. Dan akan segera menerbitkan petunjuk teknisnya. “Siapa saja yang keluar kota harus lapor. Siapa yang pulang dari zona merah harus Swab Tes. Tidak ada perjalanan dinas, semua akan kita batasi dan perketat,” pungkasnya.
(Asy)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Proyek Mandek, Asosiasi Kontruksi Geram

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Para pengusaha kontruksi yang tergabung dalam Kadin, Gapensi dan 18 asosiasi lainnya di Kota Bogor, mempertanyakan berbagai kegiatan paket...

Busyet! Sehari 30 Orang Terpapar Corona

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Setelah ditetapkan zona merah, penambahan kasus positif covid-19 di kota hujan terus meningkat, Senin 31 Agustus 2020 tercatan ada...

Bima Sidak Tiga Titik “Red Zone”

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Setelah menaikan status Kota Bogor menjadi zona merah atau beresiko tinggi dalam penularan covid-19, Wali Kota Bogor Bima Arya...

Capaian RTH Minim, Pemkot Diminta Bekerja

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Capaian Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bogor baru mencapai 4,18 persen dari target Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim)...

Pemkot – DPRD Sepakat Cabut Tujuh Perda

BogorOne.co.id - Kota Bogor - Dinilai kurang efektif kaitannya dengan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, tujuh Peraturan Daerah (Perda) produk Kota...