BogorOne.id | Tamansari – Di balik hamparan lahan pertanian di Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, ada semangat yang terus tumbuh bersama batang-batang cabai yang hijau. Para petani yang tergabung dalam Gapoktan Waluya tak sekadar menanam, mereka menjaga harapan meski cuaca kerap tak bersahabat.
Gapoktan Waluya menaungi tujuh kelompok tani. Dari jumlah tersebut, tiga kelompok secara konsisten menggarap komoditas cabai sebagai program utama, salah satunya Kelompok Tani Harapan Maju 1. Jenis cabai yang ditanam beragam, mulai dari cabai hijau, cabai keriting, hingga cabai rawit komoditas yang tak pernah absen dari dapur masyarakat Indonesia.
Namun, jalan menuju panen tak selalu mulus. Altayani, Ketua Gapoktan Waluya Sukajadi, mengungkapkan bahwa curah hujan tinggi menjadi tantangan terbesar petani cabai di wilayahnya.
“Kalau hujan terlalu tinggi, penyakit busuk batang, layu bakteri, tripod, mozaik, dll sering muncul. Selain itu, busuk buah, Patek buah, yang juga kerap menyerang tanaman,” tuturnya sambil menatap lahan yang mulai basah oleh gerimis, Senin 12 Januari 2026.
Meski demikian, para petani tetap bertahan dengan berbagai upaya. Mereka memadukan penggunaan pupuk organik, pupuk kandang, hingga pupuk kimia demi menjaga kesuburan tanah dan daya tahan tanaman. Pola perawatan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kondisi cuaca dan fase pertumbuhan cabai.
Hasilnya pun tak mengecewakan. Dalam satu siklus tanam, lahan seluas satu hektare mampu menghasilkan sekitar 7 hingga 8 ton cabai hijau. Angka tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras petani tetap membuahkan hasil, meski harus berhadapan dengan risiko cuaca ekstrem dan penyakit tanaman.
Setelah panen, cabai-cabai segar dari Sukajadi langsung didistribusikan ke Pasar Induk, menjadi bagian dari rantai pasok pangan yang menopang kebutuhan masyarakat perkotaan. Dari ladang hingga pasar, perjalanan cabai ini menjadi saksi ketekunan petani desa yang terus menjaga stabilitas produksi.
Di tengah fluktuasi harga dan ancaman iklim, Gapoktan Tani Waluya Sukajadi dan para petaninya tetap menanam dengan keyakinan. Bagi mereka, cabai bukan sekadar komoditas, melainkan sumber penghidupan dan simbol ketahanan petani lokal yang tak mudah menyerah.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : Muttaqien

























Discussion about this post