• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Minggu, Agustus 30, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home BOGOR RAYA

Ratusan Pengarajin Sepatu Tas dan Sandal Ciomas Masih Terjerat Monopoli

Redaksi by Redaksi
31 Maret 2026
in BOGOR RAYA
0
Ratusan Pengarajin Sepatu Tas dan Sandal Ciomas Masih Terjerat Monopoli

Industri sepatu, sandal dan Tas dibeberapa desa di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Foto: Jef/Bogorone.co.id

61
SHARES
61
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Ciomas – Sejak pasca Covid19 dipertengahan 2023 silam, terhitung Ratusan Industri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memproduksi sepatu, sandal dan Tas dibeberapa desa di Kecamatan Ciomas, ternyata masih banyak yang terbelenggu sistem monopoli yang diberlakukan oleh beberapa pemodal/agen (toko) penjual bahan baku Kulit, Sintetis dan bahan bahan lainnya untuk kebutuhan industri tersebut.

Sebut saja Tedi (bukan nama asli), pelaku industri sepatu sandal di Kampung Ciburial, Desa Ciomas, Kecamatan Ciomas, yang mengaku akibat pandemi Covid (2021/2023), membuat seluruh modal usahanya habis dipakai guna menutupi kebutuhan hidup keluarga, dan setelah pandemik Covid berakhir, lantaran modal yang dimiliki habis.

Tedi mencoba memberanikan diri hutang bahan baku ke toko langganannya, ironinya, sepatu sandal dan tas yang berhasil diproduksi Tedi oleh pihak agen dilarang dijualnya sendiri kepasar, karena Tedi punya kewajiban menyetor semua produk buatannya kepada pemilik toko yang sudah memberinya hutang bahan baku.

“Ya Alhamdulilah sih, saat modal saya habis di masa pandemik Covid 19, ada beberapa agen dan toko bahan baku yang memberi hutang bahan kepada saya, sehingga usaha sepatu dan sandal produksi saya bisa terus berjalan”, kata Tedi pelaku industri UMKM Ciomas di rumahnya.

BERITA LAINNYA

kemarau 2026

Kali Citeureup Berubah Warna, Warga Terancam Krisis Air Bersih

29 Agustus 2026
pembunuhan

Delapan Bulan Berlalu, Terduga Pembunuh Guru di Gunung Putri Belum Tertangkap

29 Agustus 2026
ayam bangkok

Pencuri Enam Ayam Bangkok di Parung Ditangkap Warga

28 Agustus 2026
Jaro Ade

Jaro Ade Andalkan PSN untuk Tekan Penyebaran DBD di Bogor

28 Agustus 2026

Tetapi sambungnya, setelah Tas, sandal dan sepatu berhasil diproduksinya, ya semuanya harus di setor ke Agen.

“Saya dilarang menjual sendiri ke Pasar, atau mengirim ketoko toko sandal sepatu dan tas yang ada di Bogor maupun Jakarta, karena semua produksi saya harus diserahkan ke agen yang memberikan saya hutangan bahan baku, dan hal ini sudah berlangsung sejak tahun 2022 sampai akhir 2025”, sedihnya.

Tirta Juwarta Camat Ciomas membenarkan, banyaknya pelaku pengrajin sepatu tas dan sandal di Ciomas yang terjerat sistem monopoli terjadi pasca pandemik Covid-19, dimana hampir seluruh pelaku industri sepatu dan sandal termasuk tas di Ciomas alami gulung tikar.

“Meskipun mulai pertengahan 2024 hingga bulan Ramadhan 2026, separuh dari pelaku industri sepatu, sandal dan tas sudah mulai menggeliat bangun dan berproduksi, hanya saja si para pemegang modal yang membantu membiayai produksi para pengrajinnya masih secara dominan melakukan praktek monopoli”, jelas Camat.

Dimana sirkulasi monopoli ini terjadi, kata Camat, yaitu sang pemberi Modal yang juga sekaligus pemegang orderan besar dari permintaan pasar, mereka mengirim semua kebutuhan bahan baku pesanan kepada para pengrajinnya.

“Setelah semua bahan baku selesai dibuat menjadi Sepatu sandal dan Tas, maka pengrajin harus wajib menyetorkan semua hasil produksinya kepada si pemodal. jadi dalam hal ini si pengrajin hanya menjadi kuli pembuat saja dengan upah minim, dan jika hal ini terus terjadi, maka industri sepatu sandal dan tas di Ciomas semakin sulit untuk berkembang”, bebernya.

Camat menambahkan, guna mengantisipasi hal ini, pemerintah sudah melakukan berbagai terobosan Dengan cara menggandeng dunia usaha, Perbankan untuk permodalan dan membantu pengembangan hubungan jejaring.

“Kami juga meminta bantuan Kepada Universitas Bina Nusantara Bogor untuk memberikan solusi dan pengarahan di kantor kecamatan kepada ratusan pengrajinnya, yang juga dihadiri beberapa pihak perbankan langsung yang memberikan program bantuan melalui Keridit Usaha Rakyat (KUR), hasilnya kini Pemerintah sudah berhasil membuka pangsa pasar di Asia tenggara”, terangnya.

Camat berharap, dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta Bumdes di desa desa di Ciomas, semoga bisa mendongkrak kembali semua hasil produksi Sepatu Sandal dan Tas Ciomas yang saat ini sedang mengalami pasang surut.

Editor : Jef Sukapura

Tags: CiomasKulitPelaku IndustriSandal dan TasUMKM

Related Posts

kemarau 2026
BOGOR RAYA

Kali Citeureup Berubah Warna, Warga Terancam Krisis Air Bersih

29 Agustus 2026
pembunuhan
BOGOR RAYA

Delapan Bulan Berlalu, Terduga Pembunuh Guru di Gunung Putri Belum Tertangkap

29 Agustus 2026
ayam bangkok
BOGOR RAYA

Pencuri Enam Ayam Bangkok di Parung Ditangkap Warga

28 Agustus 2026
Jaro Ade
BOGOR RAYA

Jaro Ade Andalkan PSN untuk Tekan Penyebaran DBD di Bogor

28 Agustus 2026
Kapolsek Citeureup Komisaris Eddy Santosa
BOGOR RAYA

Polisi Selidiki Kematian Pemuda di Citeureup Seusai Bentrokan

28 Agustus 2026
KPK
BOGOR RAYA

KPK Geledah Kantor Disdik Kabupaten Bogor, Sita Dokumen Pengadaan

28 Agustus 2026
Next Post
Pengurus Yayasan Pakuan Siliwangi, Siap Bawa Unpak Bertransformasi

Pengurus Yayasan Pakuan Siliwangi, Siap Bawa Unpak Bertransformasi

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

16 Maret 2026

DARI REDAKSI

Pj Bupati Bogor Dorong Peran Aktif NU Dalam Membangun Kemajuan Umat

Pj Bupati Bogor Dorong Peran Aktif NU Dalam Membangun Kemajuan Umat

28 Januari 2024
Disdik

Disdik Kabupaten Bogor Mulai Salurkan Smart TV untuk Sekolah

18 September 2025
Perangi Covid-19 Melalui Program Puspa

Perangi Covid-19 Melalui Program Puspa

3 Februari 2021
Ketua PWI Kota Bogor Ajak Insan Pers Perkuat Soliditas

Ketua PWI Kota Bogor Ajak Insan Pers Perkuat Soliditas

9 Februari 2022

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In