• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Sabtu, Mei 30, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home BOGOR RAYA

Ratusan Pengarajin Sepatu Tas dan Sandal Ciomas Masih Terjerat Monopoli

Redaksi by Redaksi
31 Maret 2026
in BOGOR RAYA
0
Ratusan Pengarajin Sepatu Tas dan Sandal Ciomas Masih Terjerat Monopoli

Industri sepatu, sandal dan Tas dibeberapa desa di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Foto: Jef/Bogorone.co.id

55
SHARES
55
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Ciomas – Sejak pasca Covid19 dipertengahan 2023 silam, terhitung Ratusan Industri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memproduksi sepatu, sandal dan Tas dibeberapa desa di Kecamatan Ciomas, ternyata masih banyak yang terbelenggu sistem monopoli yang diberlakukan oleh beberapa pemodal/agen (toko) penjual bahan baku Kulit, Sintetis dan bahan bahan lainnya untuk kebutuhan industri tersebut.

Sebut saja Tedi (bukan nama asli), pelaku industri sepatu sandal di Kampung Ciburial, Desa Ciomas, Kecamatan Ciomas, yang mengaku akibat pandemi Covid (2021/2023), membuat seluruh modal usahanya habis dipakai guna menutupi kebutuhan hidup keluarga, dan setelah pandemik Covid berakhir, lantaran modal yang dimiliki habis.

Tedi mencoba memberanikan diri hutang bahan baku ke toko langganannya, ironinya, sepatu sandal dan tas yang berhasil diproduksi Tedi oleh pihak agen dilarang dijualnya sendiri kepasar, karena Tedi punya kewajiban menyetor semua produk buatannya kepada pemilik toko yang sudah memberinya hutang bahan baku.

“Ya Alhamdulilah sih, saat modal saya habis di masa pandemik Covid 19, ada beberapa agen dan toko bahan baku yang memberi hutang bahan kepada saya, sehingga usaha sepatu dan sandal produksi saya bisa terus berjalan”, kata Tedi pelaku industri UMKM Ciomas di rumahnya.

BERITA LAINNYA

13 desa wisata

Pemkab Bogor Siapkan SK Bupati untuk 13 Desa Wisata Baru pada 2026

30 Mei 2026
tumpahan solar

Tumpahan Solar di Jalan Lapan-Cicangkal Picu Kecelakaan Beruntun, Belasan Pemotor Terjatuh

30 Mei 2026
bentrokan pelajar

Kasus Tawuran Maut di Dramaga Terungkap, Pelaku Masih Berstatus Pelajar

30 Mei 2026
Toyota Avanza menabrak warung

Diduga Mengantuk, Pengemudi Avanza Tabrak Warung di Tenjo

30 Mei 2026

Tetapi sambungnya, setelah Tas, sandal dan sepatu berhasil diproduksinya, ya semuanya harus di setor ke Agen.

“Saya dilarang menjual sendiri ke Pasar, atau mengirim ketoko toko sandal sepatu dan tas yang ada di Bogor maupun Jakarta, karena semua produksi saya harus diserahkan ke agen yang memberikan saya hutangan bahan baku, dan hal ini sudah berlangsung sejak tahun 2022 sampai akhir 2025”, sedihnya.

Tirta Juwarta Camat Ciomas membenarkan, banyaknya pelaku pengrajin sepatu tas dan sandal di Ciomas yang terjerat sistem monopoli terjadi pasca pandemik Covid-19, dimana hampir seluruh pelaku industri sepatu dan sandal termasuk tas di Ciomas alami gulung tikar.

“Meskipun mulai pertengahan 2024 hingga bulan Ramadhan 2026, separuh dari pelaku industri sepatu, sandal dan tas sudah mulai menggeliat bangun dan berproduksi, hanya saja si para pemegang modal yang membantu membiayai produksi para pengrajinnya masih secara dominan melakukan praktek monopoli”, jelas Camat.

Dimana sirkulasi monopoli ini terjadi, kata Camat, yaitu sang pemberi Modal yang juga sekaligus pemegang orderan besar dari permintaan pasar, mereka mengirim semua kebutuhan bahan baku pesanan kepada para pengrajinnya.

“Setelah semua bahan baku selesai dibuat menjadi Sepatu sandal dan Tas, maka pengrajin harus wajib menyetorkan semua hasil produksinya kepada si pemodal. jadi dalam hal ini si pengrajin hanya menjadi kuli pembuat saja dengan upah minim, dan jika hal ini terus terjadi, maka industri sepatu sandal dan tas di Ciomas semakin sulit untuk berkembang”, bebernya.

Camat menambahkan, guna mengantisipasi hal ini, pemerintah sudah melakukan berbagai terobosan Dengan cara menggandeng dunia usaha, Perbankan untuk permodalan dan membantu pengembangan hubungan jejaring.

“Kami juga meminta bantuan Kepada Universitas Bina Nusantara Bogor untuk memberikan solusi dan pengarahan di kantor kecamatan kepada ratusan pengrajinnya, yang juga dihadiri beberapa pihak perbankan langsung yang memberikan program bantuan melalui Keridit Usaha Rakyat (KUR), hasilnya kini Pemerintah sudah berhasil membuka pangsa pasar di Asia tenggara”, terangnya.

Camat berharap, dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta Bumdes di desa desa di Ciomas, semoga bisa mendongkrak kembali semua hasil produksi Sepatu Sandal dan Tas Ciomas yang saat ini sedang mengalami pasang surut.

Editor : Jef Sukapura

Tags: CiomasKulitPelaku IndustriSandal dan TasUMKM

Related Posts

13 desa wisata
BOGOR RAYA

Pemkab Bogor Siapkan SK Bupati untuk 13 Desa Wisata Baru pada 2026

30 Mei 2026
tumpahan solar
BOGOR RAYA

Tumpahan Solar di Jalan Lapan-Cicangkal Picu Kecelakaan Beruntun, Belasan Pemotor Terjatuh

30 Mei 2026
bentrokan pelajar
BOGOR RAYA

Kasus Tawuran Maut di Dramaga Terungkap, Pelaku Masih Berstatus Pelajar

30 Mei 2026
Toyota Avanza menabrak warung
BOGOR RAYA

Diduga Mengantuk, Pengemudi Avanza Tabrak Warung di Tenjo

30 Mei 2026
Car Free Night
BOGOR RAYA

Skywalk Tegar Beriman Diresmikan Malam Ini, Jadi Pusat Perayaan HJB ke-544

30 Mei 2026
terbakar
BOGOR RAYA

Rumah di Sempur Kaler Ludes Terbakar, Satu Keluarga Mengungsi

30 Mei 2026
Next Post
Pengurus Yayasan Pakuan Siliwangi, Siap Bawa Unpak Bertransformasi

Pengurus Yayasan Pakuan Siliwangi, Siap Bawa Unpak Bertransformasi

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

22 Juni 2023

DARI REDAKSI

Akhirnya Ribuan Pedagang Divaksin

Akhirnya Ribuan Pedagang Divaksin

19 Maret 2021
longsor

Tebing Labil Picu Longsor di Caringin, Tiga Rumah Terdampak

4 April 2026
Baznas Kota Bogor Bagikan Paket Sembako Untuk UPZ Masjid

Baznas Kota Bogor Bagikan Paket Sembako Untuk UPZ Masjid

28 Februari 2023
Moment Sumpah Pemuda, Sapta Bela di Ganjar Penghargaan

Moment Sumpah Pemuda, Sapta Bela di Ganjar Penghargaan

28 Oktober 2024

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In