BogorOne.co.id | Kota Bogor – Rencana revitalisasi Gedung Kemuning Gading di kawasan Balai Kota Bogor belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat, meski anggaran sebesar Rp9,3 miliar telah disiapkan dalam APBD 2026.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, pelaksanaan proyek yang semula direncanakan tahun ini masih menunggu hasil kajian lanjutan terkait kondisi struktur bangunan.
“Anggaran Rp9,3 miliar ini tentu sayang jika tidak termanfaatkan. Tapi kita harus menimbang mana yang lebih penting. Keselamatan menjadi prioritas,” ujar Dedie saat meninjau lokasi, Kamis (26/3/2026).
Menurut dia, hasil kajian awal konsultan menunjukkan adanya sejumlah titik yang perlu diteliti lebih mendalam, terutama menyangkut aspek keselamatan konstruksi.
Pemerintah Kota Bogor, kata Dedie, akan meminta penilaian dari Komite Keselamatan Konstruksi sebelum proyek revitalisasi dilanjutkan. Ia juga berencana menyampaikan surat kepada komite tersebut melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
“Hari ini saya akan menemui Wakil Menteri PU sekaligus menyampaikan surat kepada Komite Keselamatan Konstruksi untuk melakukan penilaian,” kata dia.
Dedie menjelaskan, hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan kelanjutan proyek, termasuk kemungkinan revisi Detail Engineering Design (DED).
Ia mencontohkan, apabila sebagian struktur seperti lantai tiga dinilai tidak layak digunakan, maka perencanaan revitalisasi akan disesuaikan dengan kondisi bangunan.
Gedung Kemuning Gading merupakan bangunan cagar budaya yang dirancang arsitek F. Silaban dan dibangun pada 1960. Kondisi bangunan saat ini dinilai memerlukan perhatian serius, termasuk terkait kebocoran dan kekuatan konstruksi.
Selain berfungsi sebagai gedung kesenian, bangunan ini juga dilengkapi fasilitas penunjang seperti ruang ganti, kafetaria, ruang penyimpanan, serta sistem suara.
Dedie menegaskan, revitalisasi gedung kesenian membutuhkan perhitungan matang karena aktivitas di dalamnya melibatkan beban dinamis, seperti pertunjukan seni.
Jika hasil penilaian menyatakan bangunan belum layak, Pemerintah Kota Bogor membuka kemungkinan untuk menunda proyek atau mengalihkan anggaran ke kebutuhan lain yang lebih mendesak.
“Kita tidak ingin gegabah. Gedung ini nantinya akan menampung banyak orang, sehingga aspek keselamatan harus benar-benar dipastikan,” kata Dedie.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post