BogorOne.co.id | Kota Bogor – Di tengah isu lingkungan dan maraknya limbah organik, tiga siswa SMP Negeri 1 Kota Bogor menunjukkan cara kreatif mengubah masalah jadi peluang. Mereka berhasil menciptakan semir sepatu berbahan dasar kulit pisang produk ramah lingkungan yang sudah mulai dipasarkan ke masyarakat.
Muhammad Zindan Ramadhan, Derio Bhagawanta, dan Kenzie Shaquille, ketiganya siswa kelas VIII, memulai ide ini dari kepedulian terhadap banyaknya kulit pisang yang terbuang percuma.
“Kebanyakan orang setelah makan pisang kulitnya dibuang. Padahal, kulit pisang punya potensi,” ujar Zindan saat ditemui di Festival Bogor Innovation Award (BIA) 2025 di Grand Ballroom GSC STP IPB, belum lama ini.
Mereka memilih kulit pisang kepok karena kandungan minyak alaminya cukup tinggi, mencapai 4–6 persen, dengan kadar air lebih rendah.
Proses pembuatan semir dilakukan dengan memanggang kulit pisang, mengolahnya bersama lidah buaya dan alkohol 70 persen, hingga menghasilkan produk siap pakai.
Tak berhenti di riset, ketiganya juga sudah memasarkan semir tersebut ke toko-toko, warung, dan melalui media sosial dengan harga Rp8 ribu per kemasan.
“Harapannya semir ini bisa bersaing dengan merek yang sudah ada,” kata Zindan optimistis.
Inovasi ini tak hanya mengurangi limbah organik, tapi juga membuka peluang usaha baru yang ramah lingkungan, sekaligus menunjukkan potensi generasi muda dalam menciptakan solusi kreatif untuk masalah sehari-hari.
Reporter : Resha Bunai
Editor : Muttaqien

























Discussion about this post