BogorOne.co.id | Kota Bogor – Pemerintah Kota Bogor melalui BAPPERIDA Kota Bogor kembali menggelar Festival Bogor Innovation Award (BIA) 2026 pada 8–9 September 2026. Kegiatan yang mengusung tema “SPARK YOUR IDEA: Innovation and Collaboration Empowering The Future” tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Bogor, Dr. H. Dedie A. Rachim, M.A., pada Selasa (8/9/2026).
Bogor Innovation Award 2026 menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, pelajar, dan masyarakat untuk menampilkan berbagai gagasan serta solusi inovatif bagi pembangunan Kota Bogor.
Pada festival tahun ini, masyarakat dapat melihat berbagai inovasi yang mencakup bidang teknologi, pelayanan publik, lingkungan, ekonomi kreatif, hingga sosial. Sebanyak 373 inovasi tercatat mendaftar dalam BIA 2026, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 230 inovasi.
Kepala BAPPERIDA Kota Bogor, Anne Dewiana Rilianti, S.Si., M.Sc., QGIA., mengatakan, peningkatan jumlah inovasi tersebut menunjukkan tingginya potensi dan kreativitas masyarakat Kota Bogor.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Bogor tidak kekurangan ide. Lewat pameran ini, kami berharap lahir kolaborasi nyata. Inovasi yang tadinya hanya prototype bisa diadopsi OPD dan direplikasi untuk melayani masyarakat,” ujar Anne, Selasa 8 September 2026.
Menurutnya, BIA 2026 tidak hanya berorientasi pada kompetisi dan penghargaan, tetapi juga mendorong proses hilirisasi inovasi agar berbagai gagasan yang dihasilkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemkot Bogor menargetkan sedikitnya 10 inovasi dapat dikembangkan menjadi pilot project di perangkat daerah serta berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Inovasi Daerah Kota Bogor.
Selain pameran inovasi, BIA 2026 juga menghadirkan Kompetisi Bakat dengan lima kategori, yakni fotografi bertema “Bogor Berinovasi”, menyanyi solo, tari tradisional, tari modern, dan cosplay.
Sebanyak 122 peserta dari berbagai sekolah, sanggar, dan komunitas se-Kota Bogor mengikuti seleksi dan akan tampil dalam babak final pada puncak festival.
“Kota yang maju bukan hanya cerdas secara teknologi, tapi juga kaya budaya dan kreatif. Kompetisi ini adalah panggung bagi anak-anak muda Bogor untuk SPARK YOUR TALENT,” kata Anne.
BIA 2026 juga diarahkan untuk membangun ekosistem inovasi Kota Bogor yang semakin inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan daerah.
Proses seleksi inovasi dilakukan melalui tahapan seleksi substansi, validasi lapangan, serta presentasi dan wawancara. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan inovasi yang terpilih memiliki nilai tambah, manfaat, kelayakan implementasi, serta potensi untuk direplikasi.
Melalui BIA 2026, Pemerintah Kota Bogor menargetkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mengembangkan inovasi daerah, meningkatnya kualitas inovasi, serta tumbuhnya budaya kreatif dan inovatif di kalangan masyarakat, pelajar, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan ASN.
Selain itu, BIA diharapkan mampu mendorong implementasi inovasi dalam berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, transportasi, pangan, sosial, hingga teknologi.
Dalam jangka pendek, kegiatan ini diharapkan meningkatkan apresiasi dan motivasi masyarakat untuk berinovasi sekaligus memperluas jejaring kolaborasi antaraktor inovasi.
Sementara dalam jangka menengah dan panjang, inovasi terpilih diharapkan dapat diimplementasikan, direplikasi, atau diintegrasikan ke dalam program pembangunan dan pelayanan publik sehingga mampu menciptakan efisiensi, meningkatkan kualitas pelayanan, menciptakan nilai ekonomi, serta membantu menyelesaikan persoalan sosial dan lingkungan.
“Dampak utama BIA 2026 bukan semata-mata bertambahnya jumlah peserta atau pemenang lomba, tetapi meningkatnya jumlah inovasi yang benar-benar memberikan manfaat dan perubahan bagi Kota Bogor,” ungkap Anne.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengajak masyarakat untuk hadir dan memberikan dukungan terhadap berbagai karya inovatif yang ditampilkan dalam festival tersebut.
“Kami mengajak seluruh warga Bogor untuk datang. Mari lihat, belajar, dan dukung karya anak bangsa sendiri. Dari festival ini kita bangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan untuk Empowering The Future,” ujar Dedie.
Festival BIA 2026 menargetkan sekitar 2.500–3.000 pengunjung selama dua hari pelaksanaan. Masyarakat dapat mengunjungi pameran secara gratis, mengikuti workshop inovasi, talkshow bersama praktisi, serta menikmati berbagai penampilan hiburan.
Dalam pelaksanaannya, BIA 2026 melibatkan sejumlah tim juri, yakni Prof. Dr. Ir. Tri Partono, M.Sc. dari LKST IPB, Irwan Budhi Iswanto, ST., M.BA. dari BRIN, Nuril Fikri Aulia, SE., M.Si. dari BSKDN Kemendagri, Ira Nihrawati AS selaku CEO Radar Bogor, serta Hj. Henny Nurliany, SPi., MM. selaku Staf Ahli Wali Kota Bogor Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.
Bogor Innovation Award merupakan ajang tahunan Pemerintah Kota Bogor untuk menjaring, mengapresiasi, dan mengakselerasi inovasi daerah sekaligus memberikan penghargaan kepada masyarakat yang telah menghasilkan karya inovatif.
BIA 2026 diselenggarakan BAPPERIDA Kota Bogor bekerja sama dengan berbagai mitra, di antaranya BRM, Bank BJB, STP IPB, Perumda Tirta Pakuan, Bank Kota Bogor, serta sejumlah mitra lainnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post