BogorOne.co.id – Pasangan ganda putri Indonesia, Rachel Allesya Rose / Febi Setianingrum, meraih gelar terbesar dalam karier mereka setelah menuntaskan pertandingan penuh drama di final Australia Open 2025 BWF World Tour Super 500.
Dalam laga yang mempertemukan sesama wakil Pelatnas, mereka menaklukkan Febriana Dwipuji Kusuma / Meilysa Trias Puspitasari lewat pertarungan ketat tiga gim: 18–21, 21–19, 23–21.
Kemenangan ini bukan hanya kejutan, tetapi juga bukti ketangguhan mental Rachel/Febi. Hampir seluruh laga mereka jalani dengan posisi tertinggal—baik di gim pertama, kedua, maupun keputusan—namun pasangan muda itu selalu menemukan cara untuk bangkit pada momen-momen paling krusial.
Gelar ini menjadi titel Super 500 perdana bagi Rachel/Febi sejak mereka dipasangkan oleh Pelatnas beberapa waktu lalu.
Rachel mengaku kemenangan dramatis ini membuat mereka tak kuasa menahan tangis.
“Puji Tuhan kami bisa juara… Kami selalu tertinggal poin, terus tertekan, tapi akhirnya bisa balik dan menang. Ternyata dalam kondisi apa pun kami masih punya kesempatan yang sama untuk jadi juara,” ujarnya.
Febi menambahkan bahwa gelar ini adalah hasil dari proses panjang yang penuh kerja keras dan pengorbanan.
“Ini sesuatu yang sangat kami inginkan. Gelar ini kami persembahkan untuk keluarga, pelatih, PBSI, dan seluruh masyarakat Indonesia yang selalu mendukung,” katanya.
Gim pertama menjadi milik Febriana/Meilysa yang langsung unggul jauh 7–1 dan memimpin 11–3 pada interval. Rachel/Febi berusaha mengejar, namun jarak poin sudah terlalu lebar sehingga mereka kehilangan gim pembuka.
Pada gim kedua, Rachel/Febi membalikkan keadaan meski sempat tertinggal 11–14. Dengan konsistensi dan keberanian, mereka mencuri momentum untuk menang 21–19.
Gim penentuan menjadi yang paling dramatis. Tertinggal 1–5, kemudian 7–11, dan kembali 11–15, Rachel/Febi perlahan menyamakan skor menjadi 15–15.
Saat duel mencapai setting, Febriana/Meilysa sempat memimpin 21–20. Namun keberanian Rachel/Febi di momen terakhir membuat mereka merebut tiga poin beruntun untuk menggenapkan kemenangan 23–21—sekaligus menyegel gelar Super 500 pertama mereka.
Editor : Muttaqien


























Discussion about this post