BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55, Minggu (28/9/2025), menjadi momentum penting bagi Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan arah pembangunan transportasi di daerahnya. Di hadapan para pemangku kepentingan, Rudy menekankan bahwa transportasi bukan hanya urusan mobilitas, melainkan urat nadi kehidupan yang menyatukan harapan masyarakat.
“Transportasi yang terhubung dan terintegrasi akan memperlancar distribusi pangan, ketersediaan energi, mendukung pertumbuhan ekonomi, sekaligus membuka akses pendidikan dan lapangan pekerjaan,” tegasnya.
Sebagai wilayah penyangga ibu kota, Kabupaten Bogor menghadapi tekanan mobilitas yang tinggi. Pertumbuhan kendaraan pribadi jauh melampaui kapasitas jalan, sementara layanan transportasi publik belum sepenuhnya mampu mengimbangi kebutuhan masyarakat. Akibatnya, kemacetan, polusi, hingga lambannya distribusi logistik masih menjadi persoalan sehari-hari.
Rudy mengakui capaian pembangunan infrastruktur yang ada belum cukup menjawab tantangan tersebut. Ia menekankan bahwa pembangunan transportasi tidak boleh berhenti pada aspek fisik, tetapi harus memberi manfaat nyata.
“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Pembangunan sarana dan prasarana transportasi harus berfungsi optimal bagi masyarakat,” katanya.
Visi transportasi Kabupaten Bogor juga diselaraskan dengan Paket Ekonomi 2025 yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Melalui program akselerasi pembangunan, termasuk padat karya tunai di sektor perhubungan, pemerintah daerah berharap dapat memperkuat infrastruktur sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Program ini menjadi penting mengingat Kabupaten Bogor masih memiliki disparitas wilayah: kawasan perkotaan tumbuh pesat, sementara daerah pedesaan dan pinggiran masih membutuhkan akses transportasi yang lebih memadai. Sinergi dengan pemerintah pusat diyakini mampu mempercepat pemerataan.
Lebih jauh, Rudy menggambarkan transportasi sebagai pilar masa depan pembangunan daerah. Dengan sistem yang terintegrasi, aman, dan berkelanjutan, ia berharap akses pendidikan, distribusi pangan, hingga penciptaan lapangan kerja bisa berjalan lebih efektif.
“Bakti transportasi untuk negeri adalah bakti untuk rakyat, untuk masa depan Indonesia yang lebih maju,” tuntasnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post