BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Sekolah di berbagai daerah dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka 2022, bertujuan untuk menyederhanakan kurikulum yang sebelumya kurikulum tahun 2013 (kurtilas) seolah olah terkesan rumit.
Pengertian kurikulum merdeka dikutip lama kemendikbud. Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal, agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.
Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.
Staf pelaksana dinas pendidikan wilayah 31 Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Edi Junaedi mengatakan, menjalankan kurikulum merdeka sesuai dengan berjalannya waktu dengan adanya kegiatan kegiatan guru sekarang sudah lancar.
Adapun untuk tingkat kesulitan mungkin dari metode mengajarnya yang baru, tapi sekarang sudah bisa. Memang semula ada tingkat kesulitan, karena baru. Jadi perlu penyesuaian, ya paling satu atau dua bulan masih terus dalam tahap pengembangan
“Sementara di Tamansari penerapan kurikulum merdeka bertahap, baru kelas satu dan kelas empat di tahun depan kemungkinan akan semua,” ujarnya.
Sementara itu, staf guru SDN Sirnagalih 2 Endah menuturkan, seiring berjalanya waktu, guru-guru sudah bisa meng limplementasikan kurikulum merdeka, tapi belum sempurna sehingga harus terus belajar melalui internet dan pelatihan pelatihan.
Ia menjelaskan, sebenernya sama aja kaya kurtilas, cuma disini ada kataristik nya, seperti kita memisahkan antara anak yang belum mengerti, sudah mengerti sampai yang mahir.
“Nah itu kesulitan nya kita mengelempokan anaknya. Orang tua kadang kadang ada yang bertanya kenapa anaknya di beda bedain, misalkan kalau yang kurang kita kasih 5 matematikanya. Kalau yg sudah bisa kita kasih 10 di sesuai kataristik anak,” ucap Endah.
Masih kata dia, perlu didakan pendidikan dan latihan (dikat) untuk memantapkan dalam implementasi kurikulum merdeka bagi guru guru.
“Jadi menurut saya sangat diperlukan banget diadakan Diklat,” harapnya. (Yud)
























Discussion about this post