BogorOne.co.id | Dramaga – Puluhan masyarakat dan petani Desa Cihideng ilir ikuti penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan limbah domestik agar memiliki nilai ekonomis untuk pertanian organik pada kegiatan dosen mengabdi, di Desa Cihideng ilir Kecamatan Ciampea, Minggu (03/10/21).
Kordinator acara Hangesti Emi Widyasari mengatakan, limbah domestik pada akhirnya akan menjadi masalah, jika tidak dipedulikan..padahal limbah dapat memanfaatkan menjadi bernilai ekonomis dengan menjadikan pupuk cair organik yang bisa digunakan untuk lahan pertanian.
“Hari ini kegiatan dosen mengabdi, merupakan bagian dari kepedulian IPB terhadap masyarakat sekitar, agar para dosen bisa mengabdi dalam rangka tridarma perguruan tinggi,” ujarnya.
Dijelaskannya, kegiatan tersebut di support oleh lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM – IPB), Sekolah Vokasi IPB bermitra dengan 77 berkah.com mengadakan penyuluhan dan pelatihan bagi warga Cihideng ilir.
Lebih lanjut Hangesti, menyampaikan, kerena melihat potensi di wilayah Cihideng ilir untuk dunia pertanian masih belum maksimal. Di desa ini sdh bnyk program dilakukqn tetapi ada beberapa program yang sudah maupun tidak berjalan.
Dia berharap kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan masyarakat mulai peduli lingkungan, memanfaatkan sampah yang tidak termanfaatkan untuk meningkatkan nilai kesehatan, kesehatan lingkungan, nilai ekonomis.
Masih kata dia, kreatifitas bagi warga yang mempunyai pekarangan ataupun tidak. “Jadi kita melakukan kegiatan pembuatan pupuk cair dari limbah rumah tangga,” tambahnya.
Menurutnya, pupuk cair organik yang bisa dipanen selama tujuh hari, mereka bisa berdaya, paling tidak bisa memupuk tanaman-tanaman secara organik seperti, sayuran, buah, tanaman hias atau menjadikannya hobi baru bagi mereka.
“Kelebihan panen pupuk cair mereka bisa berbagi dengan sesama, supaya menjadi ibadah bagi kita semua,” ucapnya.
Sementara itu, kepala Desa Cihideng ilir H Ilman menambahkan, menyambut baik adanya program ini, karena dari sisi lingkungan warga Cihideng ilir sadar akan kebersihan dan buang sampah dapat berkurang.
Maka dari itu dengan adanya penyuluhan dan pelatihan mereka dapat ilmu bagaimana cara pemanfaatan limbah domestik menjadi bernilai ekonomis.
“Disamping itu juga bagaimana menyadarkan pola hidup bersih ( PHBS) kepada masyarakat melalui ibu-ibu kader di wilayah Cihideng iilir,” ungkapnya. (Yud)























Discussion about this post