BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi soal penutupan sementara aktivitas tambang di wilayah Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan sekitarnya memicu penolakan warga. Pada Senin, 29 September 2025, massa menggelar aksi unjuk rasa di pertigaan Pasar Lebakwangi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat massa membakar ban bekas dan memblokir jalan. Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat terhenti.
“Saat ini tengah berlangsung aksi penolakan kebijakan penutupan sementara pertambangan oleh Gub. Jabar di pertigaan Pasar Lebakwangi, Senin, 29 September 2025,” demikian keterangan dalam video yang diunggah akun Instagram @parungpanjang.viral.
Warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cigudeg, Rumpin, Parung Panjang, dan Tenjo menyatakan keberatan atas penghentian sementara kegiatan pertambangan. Mereka menilai kebijakan tersebut merugikan banyak pihak, termasuk penambang, pengusaha angkutan, hingga sopir truk.
Menanggapi penolakan itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pemahamannya terhadap keresahan masyarakat.
“Saya paham bahwa para penambang kehilangan pendapatannya, para pengusaha angkutan kehilangan pemasukannya, sopir-sopir truk tronton kehilangan pekerjaannya. Saya paham bahwa banyak pihak yang dirugikan karena kebijakan ini,” ujar Dedi melalui akun Instagram resminya, @dedimulyadi71, Senin, 29 September 2025.
Namun, Dedi menegaskan keputusan penutupan sementara tambang didasari alasan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Berdasarkan data yang ia sampaikan, sejak 2019 hingga 2024 tercatat 195 orang meninggal dunia dan 104 orang mengalami luka berat akibat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk tambang di kawasan tersebut.
“Ada anak-anak yang kehilangan bapaknya, banyak suami yang kehilangan istri, banyak kakak adik yang kehilangan saudaranya. Ada tangis yang pilu saat mereka jatuh di jalanan terlindas truk-truk besar,” tutur Dedi.
Selain faktor kecelakaan, ia juga menyinggung dampak kesehatan berupa meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah terdampak.
“Saya tidak anti penambangan, tetapi saya sangat berempati terhadap masyarakat yang menjadi korban,” tegasnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post