BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor merencanakan penggabungan 10 SD Negeri (SDN) menjadi lima sekolah pada 2026. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya efisiensi anggaran sekaligus peningkatan mutu pendidikan melalui penataan satuan pendidikan.
Kepala Disdik Kota Bogor, Herry Karnadi, mengatakan rencana tersebut merupakan hasil evaluasi dan analisis rutin yang dilakukan setiap tahun, terutama terhadap jumlah peserta didik dan efektivitas operasional sekolah.
“Langkah ini diambil untuk efisiensi dan efektivitas. Tahun ini ada 10 sekolah yang berpotensi dimerger menjadi lima sekolah,” kata Herry, Minggu, 1 Februari 2026.
Menurut Herry, pelaksanaan merger baru akan dilakukan setelah proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada Juni–Juli 2026. Selain itu, penggabungan sekolah juga harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Ia menjelaskan, tren penurunan jumlah siswa menjadi salah satu indikator utama. Dalam beberapa sekolah, satu rombongan belajar hanya diisi sekitar 15 murid. Padahal, kapasitas ideal satu kelas dapat menampung hingga 28 siswa.
“Kalau jumlah muridnya terus menurun dan sekolahnya berdekatan, lebih baik digabung. Dengan begitu rombongan belajar bisa dimaksimalkan,” ujarnya.
Herry menambahkan, penggabungan sekolah dinilai dapat membantu mengatasi kekurangan guru di Kota Bogor karena distribusi tenaga pendidik menjadi lebih terpusat. Selain itu, efisiensi juga dapat dilakukan dari sisi operasional dan biaya pemeliharaan gedung.
“Dengan digabung, kita bisa menekan biaya operasional, kebutuhan guru, hingga pemeliharaan fasilitas,” katanya.
Meski demikian, Herry mengakui proses merger memiliki tantangan, terutama terkait dampak sosial bagi guru, murid, dan orang tua, serta penataan ulang bangunan sekolah.
“Menyatukan dua sekolah dengan kebiasaan yang berbeda membutuhkan waktu. Selain itu, ada tantangan dalam mendesain ulang gedung agar fasilitasnya bisa digunakan bersama secara optimal,” ujarnya.
Adapun 10 SD Negeri yang direncanakan akan digabung pada 2026, yakni SDN Sindangbarang 1 dan 3, SDN Tegallega 1 dan 2, SDN Panaragan 2 dan 3, SDN Kedung Halang 2 dan 3, serta SDN Kedung Jaya 1 dan 2.
Jika disetujui kementerian, penggabungan sekolah tersebut diperkirakan dapat ditetapkan secara resmi pada akhir 2026.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post