BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Fenomena pergerakan tanah melanda dua desa di Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, sejak Rabu pekan lalu. Hingga Senin, 26 Januari 2026, tercatat sebanyak 15 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari retak ringan hingga rusak berat.
Camat Tenjo, Yudhi Utomo, mengonfirmasi bahwa pergerakan tanah masih terus terjadi di beberapa titik, terutama di Desa Singabraja. “Sampai kemarin masih terjadi pergerakan tanah, khususnya di Desa Singabraja,” kata Yudhi saat dihubungi, Senin.
Berdasarkan pendataan pemerintah kecamatan, dampak kerusakan tersebar di dua wilayah utama. Di Desa Bojong, tepatnya di Kampung Pasir Bitung RT 02/04, terdapat sembilan unit rumah yang terdampak dengan rincian lima unit rusak berat, dua rusak ringan, dan dua lainnya dalam posisi terancam.
Sementara itu, di Kampung Mangu RT 02/01, Desa Singabraja, pergerakan tanah merusak delapan unit rumah, yang terdiri dari tiga bangunan rusak berat serta lima unit rumah warga yang kini terancam ambruk.Yudhi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat telah dievakuasi ke kediaman kerabat terdekat.
“Kami juga sudah mendirikan pos siaga untuk penanganan para korban,” ujar Yudhi.
Selain bantuan logistik, pihak kecamatan menggandeng Puskesmas Tenjo untuk memantau kondisi fisik para pengungsi melalui layanan “jemput bola”. Hal ini dilakukan guna memastikan kesehatan warga tetap terjaga selama masa darurat.
Bencana ini juga memutus akses transportasi lokal setelah Jalan Desa Singabraja amblas. Meski Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah Jasinga sempat melakukan perbaikan darurat, kondisi jalan kembali retak akibat pergerakan tanah susulan.
“Nanti akan ditindaklanjuti oleh Dinas PUPR untuk penanganan permanen,” tutur Yudhi.
Saat ini, pemerintah daerah masih melakukan pendataan menyeluruh untuk melaporkan total kerugian dan merencanakan langkah rehabilitasi bagi rumah-rumah warga yang terdampak.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post