BogorOne.co.id | Kota Bogor – Sesuai intruksi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), pelaksanaan vaksinasi massal dapat dilakukan diberbagai tempat sektor pertumbuhan ekonomi.
Untuk di Kota Bogor, vaksinasi massal akan dilakukan di sejumlah mall salah satunya di Bogor Trade Mall (BTM).
Seperti yang diketahui bersama bahwa masa pandemi ini pertumbuhan ekonomi turun drastis.
“Sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, vaksinasi massal dilakukan di mall dengan tahap pertama bagi para karyawan dan pedagang atau retail,” kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim disela sela peninjauan vaksinasi massal, Rabu (24/03/21).
Menurut Dedie, penyelenggaraan vaksinasi massal di mall diharapkan dapat memberi rasa aman dan mengembalikan animo warga untuk berkunjung ke mall, karena saat diterapkannya kebijakan ganjil genap tingkat pengunjung sangat menurun sampai 30 persen.
“Setelah para pegawai dan pedagang ini di vaksin tentu akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga sehingga tidak perlu takut lagi untuk datang ke mall,” ujarnya.
Kendati demikian, Dedie berpesan kepada pengelola mall untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat meski sudah dilakukan vaksinasi.
“Prokes harus tetap dijalankan, karena pandemi ini belum berakhir. Jangan sampai karena sudah di vaksin jadi tidak menerapkan prokes bahkan menjadi klaster baru,” tegasnya.
Sementara itu, Center Director Mall BTM Andreas Slamet mengatakan, vaksinasi massal ini difasilitasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Disperdagin dan Dinkes Kota Bogor.
“Vaksinasi berlangsung selama tiga hari dengan jumlah pegawai dan pedagang per hari 750 orang. Jadi total 2.250 orang itu yang sudah terdaftar, targetnya sekitar 4 ribu orang karen Masih banyak jyga yang belum terdata,” katanya.
Andreas berharap, setelah dilakukan vaksinasi terhadap pegawai dan pedagang, pengunjung tidak perlu takut karena yang sudah di vaksin akan dipastikan sehat dan prokes pun tetap dilaksanakan dengan ketat.
Masih kata Andreas, pertumbuhan ekonomi di mall BTM selama pandemi sangat menurun sampai 30 persen. Namun, lantaran ada berbagai upaya dari pemerintah untuk memulihkan ekonomi sekarang mulai ada kenaikan kembali.
“Dengan adanya berbagai kebijakan dari pemerintah yang mendukung untuk pemulihan ekonomi, sekarang pertumbuhan ekonomi disini mulai mengalami kenaikan sampai 50 persen,” tandasnya. (Pik)






























Discussion about this post