BogorOne.co.id | Jakarta – Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Sosial dan Budaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Eko Novi Ariyanti menyebut dibutuhkan intervensi gender dengan memperhatikan kebutuhan dan pengalaman yang berbeda antara laki-laki dan perempuan.
Hal ini untuk memastikan lapangan pekerjaan pada sektor kehutanan, konservasi alam dan satwa yang kerap didominasi oleh laki-laki dapat diakses oleh perempuan.
“Ketika mengintegrasikan perpektif gender ke semua sektor, kita melihat ada kebutuhan dan pengalaman yang berbeda antara perempuan dan laki-laki. Sehingga kita perlu melakukan upaya-upaya perubahan struktural,” kata Eko Novi, melansir perempua nusantata, Kamis 9 Maret 2023
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendukung komitmen global dalam meningkatkan partisipasi dan keterlibatan perempuan dan gender mainstreaming di dalam isu kehutanan, konservasi alam dan satwa.
“Selain kebijakan juga perlu memastikan terjadinya perubahan kesadaran di tingkat masyarakat karena masih ada nilai-nilai di masyarakat bahwa perempuan hanya bisa di rumah. Sehingga upaya-upaya perubahan itu juga perlu dilakukan di tingkat masyarakat,” ujar Eko Novi.
Menurut Eko Novi pelibatan perempuan secara formal dalam perputaran sosial juga perlu dilakukan, arahnya lebih pada pemberdayaan dan artisipasi perempuan dalam tata kelola hutan.
Hal itu tidak hanya dalam penguatan ekonomi tetapi bagaimana transformasi sosial kelompok-kelompok perempuan yaitu mengacu pada penguatan-penguatan perempuan terkait politik, sosial dan budaya.
Menurutnya, perempuan yang terlibat dan aktif dalam transformasi sosial pada akhirnya bisa menyuarakan kebutuhan dan kepentingan mereka di berbagai sektor.
“Jika ini terwujud kita bisa memastikan bahwa partisipasi perempuan bisa menyokong keberlangsungan lingkungan, komunitas dan keluarga mereka,” jelas Eko Novi. (Ir-v)


























Discussion about this post