• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Kamis, Oktober 15, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Investasi Riset Sejak Dini Dinilai Jadi Kunci Hadapi Gelombang PHK

Redaksi by Redaksi
8 Juli 2026
in NASIONAL
0
PHK

Ilustrasi/chat gpt.

51
SHARES
51
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Jakarta –  Maraknya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor dinilai menjadi peringatan bagi pemerintah untuk membenahi arah pendidikan nasional. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan perubahan dunia kerja, investasi pada riset, inovasi, serta kemampuan berpikir kritis sejak usia dini dianggap menjadi fondasi agar generasi muda mampu beradaptasi menghadapi berbagai krisis.

Sekretaris Dewan Pendidikan Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (DPN Dikdasmen) Abdul Kohar mengatakan pendidikan tidak lagi cukup hanya berorientasi pada penguasaan materi pelajaran. Menurut dia, pola pembelajaran yang terlalu menekankan hafalan atau terpaku pada buku pelajaran justru membuat lulusan sulit beradaptasi ketika menghadapi perubahan.

“Kalau kita berani berinvestasi di riset, berinvestasi di inovasi dari awal, dari sejak dunia kanak-kanak itu dikenalkan pada proses-proses pembelajaran yang merangsang inovasi, maka situasi apa pun itu kita akan cepat beradaptasi,” kata Abdul Kohar, Rabu, 8 Juli 2026.

Ia menilai pembelajaran yang mendorong kreativitas dan inovasi sejak dini akan membentuk sumber daya manusia yang lebih tangguh menghadapi gejolak ekonomi, termasuk ancaman PHK yang belakangan meningkat.

BERITA LAINNYA

1.355 pekerja di Kabupaten Bogor

1.355 Pekerja di Kabupaten Bogor Kena PHK, Perusahaan Keluhkan Upah dan Perizinan

14 Oktober 2026
Saudagar Menuju Perjuangan Kemandirian Ekomoni Umat

Saudagar Menuju Perjuangan Kemandirian Ekomoni Umat

10 Oktober 2026
Nusron Wahid

KPK Periksa Nusron, Bongkar Jejaring Uang di Balik Kasus HGB Summarecon

7 Oktober 2026
10 warga binaan Rutan Depok

10 Napi Rutan Depok Terbukti Pakai Narkoba Dipindah ke Nusakambangan

7 Oktober 2026

Sebagai gambaran, Kohar menyinggung pengalaman sejumlah negara yang mampu bangkit dari tekanan ekonomi melalui penguatan inovasi. Sri Lanka, menurut dia, mulai pulih setelah sempat mengalami krisis ekonomi beberapa tahun lalu dengan memberi perhatian pada pendidikan dan inovasi. Sementara Iran dinilai mampu mempertahankan kemandirian di tengah embargo ekonomi berkepanjangan karena memiliki kapasitas riset dan inovasi yang kuat.

Meski mendukung penguatan pendidikan vokasi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, Kohar mengingatkan bahwa kemampuan berpikir kritis (critical thinking) tidak boleh diabaikan. Menurut dia, keterampilan teknis harus dibarengi kemampuan menganalisis persoalan, beradaptasi, dan menciptakan solusi.

“Orang boleh sekolah di teknik, di urusan yang sifatnya sangat-sangat teknis karena itu yang dibutuhkan di lapangan kerja. Tetapi yang basic-nya itu, critical thinking-nya itu harus ada. Dan itu dari dunia pendidikan,” ujarnya.

Ia menilai lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis tidak akan mudah menyerah ketika menghadapi kehilangan pekerjaan. Sebaliknya, mereka lebih siap mencari peluang baru, berinovasi, dan menciptakan alternatif mata pencaharian.

Kohar juga menyoroti perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), yang kerap dipandang sebagai ancaman bagi dunia kerja. Menurut dia, perkembangan teknologi seharusnya diposisikan sebagai peluang untuk meningkatkan daya saing, bukan sekadar sumber kekhawatiran.

“Kalau kita melihatnya sisinya itu ancaman, itu selamanya akan menjadi ancaman. Tetapi kalau kita melihatnya sebagai peringatan sekaligus peluang, kita bisa menyiapkan diri. Orang cemas itu manusiawi, tetapi apakah selesai dengan kecemasan?” katanya.

Di akhir pernyataannya, Kohar menegaskan tanggung jawab negara bukan hanya menyediakan akses pendidikan, tetapi juga meningkatkan kualitas manusia melalui sistem pembelajaran yang mendorong inovasi, kepercayaan diri, dan kemampuan berpikir kritis sejak usia dini. Menurut dia, bekal tersebut menjadi modal utama agar Indonesia mampu menghadapi tekanan ekonomi global dan perubahan dunia kerja yang semakin cepat.

Editor             : R. Muttaqien

Related Posts

1.355 pekerja di Kabupaten Bogor
NASIONAL

1.355 Pekerja di Kabupaten Bogor Kena PHK, Perusahaan Keluhkan Upah dan Perizinan

14 Oktober 2026
Saudagar Menuju Perjuangan Kemandirian Ekomoni Umat
NASIONAL

Saudagar Menuju Perjuangan Kemandirian Ekomoni Umat

10 Oktober 2026
Nusron Wahid
NASIONAL

KPK Periksa Nusron, Bongkar Jejaring Uang di Balik Kasus HGB Summarecon

7 Oktober 2026
10 warga binaan Rutan Depok
NASIONAL

10 Napi Rutan Depok Terbukti Pakai Narkoba Dipindah ke Nusakambangan

7 Oktober 2026
Pejabat Bea Cukai Disebut Minta CSR, Benny Tan Beri Rp30 Juta
NASIONAL

Pejabat Bea Cukai Disebut Minta CSR, Benny Tan Beri Rp30 Juta

5 Oktober 2026
Aksi demonstrasi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi
NASIONAL

Demo LMND di DPR Ricuh Gara-gara Ban Dibakar

5 Oktober 2026
Next Post
Bangunan sekolah

Rumah di Bogor Barat Terbakar, Ibu dan Anak Dilarikan ke RS

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

16 Maret 2026

DARI REDAKSI

PLN EMI

Kerja Sama Strategis PLN EMI dan 11 UID PLN Perkuat Pengelolaan REC dan Solusi Keberlanjutan

30 Juli 2025
IDI Kabupaten Bogor Waspadai Klinik Yang Buka Praktek Sembarangan

IDI Kabupaten Bogor Waspadai Klinik Yang Buka Praktek Sembarangan

23 Maret 2024
mahasiswa IPB

Mahasiswa IPB Jadi Korban Pecah Kaca di Bogor Barat

23 Juni 2026
Kementerian ATR/BPN Rumuskan Strategi Pencegahan Tindak Pidana Pertanahan

Kementerian ATR/BPN Rumuskan Strategi Pencegahan Tindak Pidana Pertanahan

28 April 2025

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In