BogorOne.co.id – Sejak kecil kita telah diajarkan arti tiga kata sakti yakni terima kasih, tolong dan maaf tapi terkadang untuk kata maaf sulit sekali untuk diucapkan.
Sebenarnya kata maaf sering kali dipakai ketika kita berinteraksi dengan orang lain seperti, “Maaf, saya terlambat,” atau “Maaf, sekarang jam berapa?”, bahkan kata maaf sering ditemukan berserakan dalam sebuah percakapan.
Tetapi, saat dihadapkan pada keadaan yang serius setelah melakukan sebuah kesalahan fatal, seringkali tenggorokan serasa tersumbat untuk mengeluarkan kata maaf.
Seorang guru pernah berkata bahwa kata maaf seolah menjadi terapi untuk memulihkan hubungan yang rusak antar sesama manusia tapi mengapa terkadang meminta maaf dengan tulus membuat kita bingung dan panik?
Mungkinkah ada langkah atau cara untuk memudahkan berkata maaf di saat diri terkurung rasa bersalah karena tingkah laku yang telah terjadi, agar tidak ada kata berpisah atau menjauh dan kemudian menyesalinya?
Mungkin bisa kita mulai dengan menyadari kesalahan, rela mengakui kesalahan dan mau bertanggung jawab dan agar orang yang terluka mau menerima dan memaafkan, mulailah dengan ucapan tulus dan langsung pada permasalahan.
Kita juga bisa memberikan penjelasan pada orang yang tersakiti, tentu dengan menunjukan keseriusan dalam meminta maaf serta berusaha untuk mengganti atau memperbaiki kerusakan yang terjadi.
Ada baiknya kita meminta maaf di waktu yang tepat dan berani menghadapi dan memberikan penjelasan serta meminta maaf, walaupun lebih baik menghindari meminta maaf saat seseorang sedang marah.
Keberanian untuk menyampaikan maaf pada tempatnya menjadi kesempatan mempererat hubungan sosial dan menunjukkan kita cukup rendah hati serta sekaligus berbesar hati.
Walaupun terkadang sulit, rasanya kata maaf menjadi nilai yang dibutuhkan di masa sekarang saat hubungan sosial mendapatkan banyak tekanan dalam masyarakat yang penuh tuntutan. (Ir-v)
























Discussion about this post