BogorOne.co.id | Bogor – Bertemu banyak orang tentulah dibutuhkan basa-basi untuk memulai sebuah percakapan yang nyaman dan terlihat akrab.
Basa-basi merupakan satu ungkapan yang digunakan hanya untuk sopan santun atau membuka obrolan dan tidak untuk menyampaikan informasi.
Dalam komunikasi basa-basi diperlukan untuk berinteraksi dengan orang lain, namun tak sedikit individu yang merasa bosan atau bahkan tersinggung dengan beberapa pertanyaan basa-basi yang dilayangkan.
Bentuk pertanyaan basa-basi yang diutarakan juga harus disesuaikan dengan lawan bicara agar tidak menyinggung pihak tertentu.
Cara paling mudah untuk berbasa basi adalah bertanya. Gali minat lawan bicara, bertanya tentang minat tersebut dan biarkan dia berbicara sepuasnya.
Jadilah pendengar yang baik dan jangan sesekali tanggapi dengan antusias. Maka akan didapatkan wawasan baru dan juga hubungan yang lebih dekat.
Sangat disayangkan bukan, jika kalimat untuk mengawali percakapan akrab justru malah menjadi tidak nyaman.
Ada baiknya menghindari kata-kata awal yang menyinggung tentang berat badan, wajah dan penampilan atau sesuatu hal yang merendahkan orang lain.
Mulai sadar juga bahwa basa-basi itu menjadi bagian yang sering kali ditemui di kehidupan sehari-hari. Bahkan, kata atau kalimat basa-basi terjadi dalam hal apapun dan di manapun.
Namun, terasa sudah mulai malas juga selalu berbasa-basi karena mulai punya pandangan lain terhadap kalimat basa-basi, kesannya sangat membuang banyak waktu dalam hidup.
Bahkan, banyak juga orang yang punya kecenderungan berpihak pada orang-orang yang to the point, langsung pada intinya dan tidak berbelit-belit.
Menjadi salah satu dari banyak orang yang tidak tahu manfaat dari kalimat basa-basi itu sendiri dan yang diketahui hanyalah buang banyak waktu serta tidak peduli dengan sisi positif lainnya.
Beberapa orang juga menyimpulkan bahwa orang yang awalnya basa-basi selalu ada saja maunya. Dalam hal ini, kalimat basa-basi sudah pasti berperan sebagai kalimat rayuan dan tentu ujung-ujungnya ada niat yang lain.
Rasa bosan ini menjadi awal mula dari tidak sukanya pada basa-basi, sudah terlalu mainstream di telinga. Mungkin to the point jauh lebih baik, tentu agar semuanya cepat selesai.
Menurut beberapa orang basa-basi terlalu sulit untuk dicerna dan membuat banyak berpikir. Sudahlah, mungkin saja mereka bosan mendengarkan basa-basi yang sudah basi. (Ir-v)


























Discussion about this post