BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mengimbau masyarakat mewaspadai gangguan kesehatan selama cuaca panas yang berkepanjangan. Selain meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), suhu udara yang tinggi juga berpotensi memicu dehidrasi hingga heat stroke, terutama bagi warga yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Erna Nuraena mengatakan ISPA masih menjadi salah satu penyakit yang paling banyak ditemukan di Kota Bogor setiap tahun. Namun, Dinkes masih menganalisis apakah musim kemarau tahun ini turut memicu peningkatan jumlah kasus.
“ISPA memang dari tahun ke tahun selalu masuk dalam daftar 10 besar penyakit terbanyak di Kota Bogor. Untuk jumlah kasus saat ini sedang kami analisis. Apakah mengalami peningkatan atau tidak, kami masih mengecek datanya,” kata Erna, Jumat, 10 Juli 2026.
Menurut Erna, masyarakat perlu mengantisipasi dampak cuaca panas dengan menjaga kecukupan cairan tubuh. Ia menyarankan masyarakat mengonsumsi sedikitnya delapan gelas air putih setiap hari untuk mencegah dehidrasi yang dapat berujung pada heat stroke.
“Kadang karena terlalu sibuk bekerja, kita lupa minum. Padahal rehidrasi sangat penting agar tubuh tidak mengalami dehidrasi maupun dampak akibat paparan cuaca panas,” ujarnya.
Selain cuaca panas, Erna menilai debu dari sejumlah proyek pembangunan juga berpotensi mengganggu kesehatan saluran pernapasan. Karena itu, Dinkes meminta pelaksana proyek menerapkan langkah-langkah untuk menekan penyebaran debu di sekitar lokasi pekerjaan.
Masyarakat yang melintasi kawasan berdebu juga dipersilakan menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu. Namun, menurut Erna, penggunaan masker menjadi lebih penting bagi warga yang sedang mengalami batuk, flu, atau penyakit saluran pernapasan lainnya agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain.
“Dalam kondisi berdebu masyarakat dipersilakan memakai masker untuk kenyamanan. Tetapi yang paling penting, orang yang sedang sakit sebaiknya menggunakan masker agar mengurangi potensi penularan,” tuturnya.
Dinkes Kota Bogor juga mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan tetap beraktivitas fisik, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta menghindari kebiasaan merokok untuk menekan risiko penyakit, baik akibat perubahan cuaca maupun penyakit tidak menular.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post