BogorOne.co.id | Kota Bogor – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor, Dedie Siti Amanah mengatakan, dua dari 14 korban mengalami trauma berat.
Menurut dia, menganai kasus tersebut, semua korban sudah ditangani psikolog. Ia memastikan segala macam bentuk trauma yang dialami para korban bisa diobati dengan penanganan yang intens dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).
Pihaknya juga memastikan kondusifitas kegiatan belajar mengajar di sekolah kembali normal. Karena sejak kejadian ini sekolah menjadi ramai dengan orang-orang asing.
“Kami juga menghimbau hal seperti ini tidak terjadi lagi,” ujarnya
Apalagi kata dia, pelaku sangat paham terhadap peraturan dan keilmuan. Dirinya juga minta kepada orangtua jangan terlalu melepas anak-anak kepada orang-orang yang sekalipun layak dipercaya.
“Jadi, khususnya para orang tua agar selalu waspada dan tetap peduli pada anak-anak kita,” tandasnya. (Fry)
























Discussion about this post