BERITA LAINNYA
Sebelumnya Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP], Dedi Nursyamsi, mengingatkan pentingnya pertanian sebagai sektor prioritas dengan jumlah pintu pasar paling banyak di dunia.
“Pertanian adalah sektor terpenting, untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyat sekaligus menjaga stabilitas nasional. Seiring perkembangan zaman, semua pihak diminta aktif mengembangkan pertanian berbasis teknologi atau smart farming”, ujar Dedi.
Wakil Direktur III Yoyon Haryanto, mengatakan “Kegiatan TOT, berjalan selama 4 hari dan dibarengi dengan praktek berbentuk prototype nya, berikutnya bagaimana kita menyampaikan teknologi smart farming ini di lapangan nantinya dan menambahkan ilmu dengan bekal serta jejaring yang mumpuni”, ungkap Yoyon.
Secara nasional program YESS ada di 4 provinsi dan salah satunya di Jawa Barat di 5 kabupaten diantaranya Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Subang dengan total jumlah BDSP sebanyak 123 lokasi.
Melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Service (YESS), Kementerian Pertanian menciptakan wirausaha milenial yang tangguh dan berkualitas. Program ini ditujukan bagi para pemuda.
Menurut Roni, isu Smart Farming dan Precision Farming terjadi karena cuaca global, hama penyakit dan faktor alam lainnya. Ditambah lagi dengan adanya peralihan penggunaan lahan pertanian dan tenaga kerja pertanian yang semakin berkurang, selain itu juga keterbatasan modal usaha, serta sedikitnya pelaku entrepreneur di bidang pertanian.
“Internet of Things (IOT) sistem adalah teknologi yang ditawarkan kepada peserta Bimtek, sebenarnya ini termasuk teknologi yang sudah lama. namun tidak apa kita mulai dengan serba otomatis baik sistem penyiraman, alat pengatur suhu dan kelembaban serta alat lainnya yang berada di smart farming”, imbuh Roni.
Tidak hanya itu. Peserta kegiatan ini juga dibekali bagaimana merakit rangkaian item-item sensor smart farming dan ditunjang dengan mempraktikkan langsung dilahan pertanian milik Polbangtan Bogor, di Kampus Cibalagung.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan instalasi smart farming, diantaranya pemilihan alat, perangkaian alat, ketersediaan jaringan internet, dan sumberdaya manusianya sebagai operator.
Salah satu SDM yang telah memasuki sebuah era baru menapaki jejak-jejak digitalisasi yang berkembang begitu pesat adalah pertanian.
























Discussion about this post