BogorOne.co.id | Kota Bogor – Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyepakati bahwa Jalan Mbah Dalem, Batutulis di Kecamatan Bogor Selatan yang amblas akan direlokasi dan akan menghabiskan anggaran sekitar Rp45 Miliar
Dan skema pembiayaan pembebasan lahan hingga pembangunan jalan baru di kawasan Batutulis ditanggung Pemprov Jabar dan Pemkot Bogor.
Dalam tinjauannya ke lokasi Jalan Batutulis yang amblas Gubernur Jawa Barat mempertanyakan perkiraan biaya pembangunan jalan tersebut yang diperkirakan mencapai Rp45 Miliar.
“Ya, ini akan segera dibangun, biayanya setengah Pemprov Jabar dan Setengahnya dari Pemkot Bogor, nanti masukan di anggaran perubahan, tahun ini dilakukan pembebasan lahan dan akan segara dibangun tahun ini,” ujar Gubernur, Senin 15 April 2025.
Ditempat yang sama, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim juga mengatakan hal yang sama, bahwa biaya pembebasan lahan akan ditanggung bersama oleh kedua pihak.
“Dari pembicaraan kami disepakati ada dua hal. Pertama adalah pembebasan lahan, Alhamdulillah 50 persen dari Pemerintah Provinsi, 50 persen dari Kota Bogor,” ujar Dedie.
Dedie menjelaskan bahwa pembangunan akses jalan baru tersebut akan menghubungkan area Sumur Tujuh langsung ke lokasi baru sepanjang sekitar 200 meter.
Proyek ini akan dimulai setelah ditandatangani pada Juni 2025, sebagaimana disampaikan oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti.
“Insyaallah akses barunya dari area Sumur Tujuh turun langsung ke titik baru, panjangnya kurang lebih hampir 200 meter. Pesan Pak Gubernur, jalan ini dijadikan taman dan kawasan Batutulis akan dinaturalisasi,” ujarnya.
Dedie juga menyebutkan bahwa anggaran untuk pembebasan lahan diperkirakan mencapai Rp30 miliar, sementara kebutuhan pembangunan mencapai sekitar Rp10 hingga Rp15 miliar yang akan dibagi antara Pemprov Jawa Barat dan Pemkot Bogor.
Masih kata Dedie, mengenai kondisi underpass Batutulis yang sebelumnya mengalami longsor, berdasarkan kajian dari Badan Transportasi Perkotaan (BTP) dan Kementerian PUPR, jalur lama tersebut tidak direkomendasikan untuk kembali difungsikan.
“Ada dua kajian, satu dari BTP dan satu lagi dari Kementerian PU. Keduanya tidak menyarankan jalur ini dipergunakan kembali, sehingga kami akan mencari trase baru,” jelasnya.
Meski demikian, underpass Batutulis masih memungkinkan untuk tetap difungsikan terbatas dengan mempertimbangkan akses warga sekitar.
“Kita akan lihat lagi dan berkoordinasi dengan BPTP, apakah underpass masih bisa digunakan tanpa mengisolasi warga di sekitarnya,” tambahnya.
Untuk jalur baru, Dedie memastikan akan dilakukan kajian teknis mendalam, termasuk perhitungan elevasi dan aspek keselamatan.
“Sudah ada kajian teknis, elevasinya kurang lebih 4 hingga 5 persen dan masih masuk dalam kategori aman untuk kendaraan berat,” pungkasnya. (Fry)
























Discussion about this post